'Jelang Pilkada 2017 isu SARA muncul karena Ahok sulit dikalahkan'
Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terbawa oleh isu SARA yang digulirkan oleh kepentingan politik semata.
Ketua Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Sebastian Salang mengatakan jelang Pilkada Serentak 2017 yang banyak menggunakan isu SARA adalah para kelompok elite politik. Namun, masyarakat sekarang ini sudah cerdas sehingga bisa menyaring isu SARA tersebut.
"Dalam survei survei ditunjukkan bahwa masyarakat Jakarta, masyarakat yang sangat rasional. Karena itu permainan isu SARA tidak cukup membuat masyarakat kita berubah pilihannya. Ada jarak antara elite yang manfaatkan isu ini dengan rakyat bawah," ujar Sebastian Salang dalam diskusi Tolak Sara Dalam Pilkada di kedai Kopi Deli, Jakarta Pusat, Kamis (15/9).
Lanjut dia, permainan isu SARA pada Pilkada 2017 lantaran ada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sulit dikalahkan. Hal ini pun menjadi salah satu 'senjata' untuk menjatuhkan Ahok.
"Karena itu saya yakin sekali sebetulnya, gagasan yang manfaatkan isu SARA, yang ingin dapat keuntungan dari pilkada Jakarta, untuk sengaja dimainkan. Ketika lawan tanding dianggap sulit sekali dikalahkan misalnya oleh gagasan, program, dan integritas," tandasnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terbawa oleh isu SARA yang digulirkan oleh kepentingan politik semata. "Untuk itu, tugas kita ingatkan masyarakat, SARA ini mainan sesaat untuk kepentingan tertentu. Setelah pilkada selesai, maka isu itu akan selesai," tutup dia.(mdk/eko)