Jelang Pilgub Jateng, KPUD purbalingga sosialisasi ke lapas
Menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Daerah (KPUD) Purbalingga melakukan sosialisasi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Purbalingga, Rabu (18/4).
Menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Daerah (KPUD) Purbalingga melakukan sosialisasi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Purbalingga, Rabu (18/4).
Sosialisasi ditujukan mengenalkan warga binaan pada para calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan maju dalam pilkada 2018 nanti.
Divisi Parmas dan SDM KPUD Purbalingga, Sukhedi menjelaskan pada para warga binaan bahwa dua tahun ke depan merupakan tahun politik. Pasalnya ada agenda besar yang akan dilaksanakan, yakni Pilkada serentak tahun 2018 pada 27 Juni 2018 dan Pemilu serentak 2019.
KPU dijelaskan Sukhedi punya kewajiban untuk mendata semua warga yang memenuhi syarat sebagai calon pemilih. Di lapas Purbalingga, untuk sementara terdaftar ada 125 pemilih.
"Apakah nanti ada dinamikanya, mungkin ada remisi dan sebagainya, kita harus tetap mengikuti dinamika tersebut," jelas Sukhedi.
Salah satu warga binaan, Teguh Abdul yang sudah terdaftar dalam Daftar Calon Pemilih, mengaku sebelumnya tidak tahu menahu informasi soal pilgub Jateng.
"Baru lewat Sosialisasi Pilgub, saya menjadi tahu tata cara memilih, waktu pemilihan, dan para paslon di pilgub 2018," kata Teguh.
Kepala Lembaga Permasyarakatan (LP) kelas IIB Kabupaten Purbalingga, Suprapto mengatakan nantinya di Lapas akan dibentuk TPS (Tempat Pemungutan Suara). TPS tersebut yang secara khusus menyalurkan hak pilih warga binaan bakal masuk wilayah Purbalingga Kidul.
Baca juga:
KPU Solo tetapkan daftar pemilih tetap Pilgub Jateng 401.090
Sudirman Said rayakan ultah di kantor PWNU Jateng, Ganjar minta ditraktir
Sudirman Said: Persoalan tak bisa diselesaikan dengan foto dan unggah di medsos
Digelar 3 kali, debat cagub-cawagub Jateng pertama dilaksanakan 20 April
TPS Pilgub Jateng dibuat ramah difabel
Jadi korban isu SARA, Sudirman pernah dituding ekstremis dan antek Zionis