Jelang debat, Sandiaga Uno pastikan data yang dimiliki akurat
Politisi Partai Gerindra ini mengaku lebih santai menghadapi debat terakhir dari KPU DKI ini. Sebab, Sandiaga sudah terbiasa berdialog dengan warga di setiap kampanyenya.
KPU DKI Jakarta kembali menggelar debat kandidat Pilgub DKI Jakarta putaran kedua di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Sejumlah persiapan pun dilakukan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk debat pamungkas malam ini.
"Persiapannya sudah hampir 90 persen, setelah ini ada beberapa sesi untuk mengupas beberapa topik," kata Sandiaga di Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (12/4).
Politisi Partai Gerindra ini mengaku lebih santai menghadapi debat terakhir dari KPU DKI ini. Sebab, Sandiaga sudah terbiasa berdialog dengan warga di setiap kampanyenya.
Dalam kesempatan ini Sandiaga juga memastikan data-data yang dimilikinya akurat. "Jadi kesempatan ini (debat) untuk memastikan data-data yang kita miliki akurat, lalu poin-poin yang kita sampaikan relevan," ungkapnya.
Lewat debat ini, Sandiaga ingin mempersatukan warga Jakarta meski arah dukungan sudah jelas ke masing-masing paslon. Dia tak ingin debat para kandidat ini nantinya justru malah memperkeruh tensi politik di Jakarta.
"Kita enggak ingin debat ini menghadirkan polarisasi dari para pendukung yang berpotensi memanaskan suasana pilkada. Saya enggak mau ada gesekan di masyarakat," tutur Sandiaga.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Sandiaga membeberkan hasil survei internal tim Anies-Sandi. Salah satu hasilnya menunjukkan hanya tinggal 6-7 persen warga Jakarta yang belum menentukan pilihannya.
"Jumlah pemilih yang belum menjatuhkan pilihan tinggal 6 sampai 7 persen, dan rata-rata sudah sangat firm di pilihannya masing-masing," tandasnya.
Baca juga:
Beda harapan Ahok-Anies soal debat putaran dua Pilgub Jakarta
Ahok tak masalah debat putaran 2 Pilgub DKI dimoderatori Ira Koesno
Anies mengaku pertanyaan wartawan jadi bahan belajar debat putaran 2
Ini persiapan Ahok-Djarot jelang debat putaran kedua
Djarot akan temui Ahok untuk matangkan strategi jelang debat terbuka