Janur kuning belum bengkok, Demokrat yakin dapat kawan koalisi
Tinggal tersisa Partai Demokrat dan Partai Hanura yang belum memutuskan ke arah mana koalisi pilpres nanti.
Partai Demokrat masih belum punya keputusan soal arah koalisi di Pilpres 9 Juli nanti. Padahal pendaftaran capres dan cawapres akan ditutup para tanggal 20 Mei mendatang.
Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, pihaknya masih terus melakukan komunikasi politik sampai hari ini kepada seluruh parpol. Meskipun, hampir seluruh parpol sudah memiliki kawan koalisi untuk menghadapi pilpres nanti.
"Kita perhatikan, belum ada dari manuver gerak-gerik, itu kan belum berbuah kesimpulan, belum ada tanda tangan di atas kertas, belum ada janur kuning yang dibengkokkan, belum ada akad nikah, jadi semua opsi masih terbuka," ujar Ramadhan kepada merdeka.com, Rabu (14/5).
Dia masih yakin Demokrat mendapatkan kawan dan bisa mengusung capres di pilpres yang kurang dari tiga bulan lagi.
"Demokrat sampai detik ini, besok, lusa, masih lakukan komunikasi politik. Jadi kalau sudah final, sudah close, opsi dikunci, berarti tidak ada pembicaraan lagi," tegas dia.
Ramadhan pun mengingatkan kepada publik bahwa pada 2009 terjadi koalisi di sisa-sisa waktu untuk mendukung Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) sebagai capres. Mengacu pada momen itu, dia masih yakin bisa mengajukan capres untuk melawan Prabowo Subianto dan Joko Widodo ( Jokowi ).
"Sementara sekarang masih mencair, ada pengkristalan iya, tapi kita ingat 2009 itu last minutes PAN bergabung dengan Demokrat mengusung SBY , bahkan PKS bukan last minutes lagi, telat lagi, malah orang kumpul semua dia baru datang, tapi tidak ada istilah terlambat dalam politik, tenggat waktu masih berlaku," tegas dia optimis.
Diketahui, PDIP, NasDem dan PKB sudah resmi menyatakan dukungan kepada Capres Jokowi di pilpres. Partai Gerindra, PAN , PPP dan PKS juga sudah punya jagoan yakni Prabowo Subianto.
Tinggal tersisa Partai Demokrat dan Partai Hanura yang belum memutuskan ke arah mana koalisi pilpres nanti. Sementara Golkar sendiri mengisyaratkan bakal gabung mendukung Jokowi setelah Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dan Jokowi bertemu untuk membicarakan komitmen koalisi kemarin di pasar Gembrong, Jakarta.
Baca juga:
Demokrat: Terlibat korupsi, Sutan Bhatoegana harus mundur
Canda SBY: Pak Ical ke sini, capres jadi 2 pasang atau 3 pasang?
Tak ingin dua capres saja, Demokrat pertimbangkan usung Sultan
Golkar: Mungkin saja koalisi dengan Demokrat usung Sultan HB X
Ramadhan Pohan: Sultan X opsi lawan Jokowi & Prabowo