Jadi Mensos, Risma Dianggap Bisa Jadi Ancaman Bagi Puan di 2024
Dia menambahkan, persoalan setelah simalakama jika memilih Risma, adalah masa depan internal partai yang akan goyang. Menurutnya, akan terjadi gejolak di ajang Pilpres 2024 terkait pencalonan.
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komaruddin menilai, diangkatnya Tri Rismaharini sebagai menteri sosial dapat semakin meningkatkan elektabilitasnya di bursa calon presiden 2024. Namun demikian, hal itu tentu memengaruhi posisi Puan yang juga akan berkontestasi di ajang yang sama.
"Akan jadi simalakama ke depan, kita tahu Puan ini mau maju jadi Capres sebagai trah Soekarno sebagai anak biologis Mega, tapi kalau Risma jadi Mensos, dia bisa membangun citra," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (23/12).
Dia menambahkan, persoalan setelah simalakama jika memilih Risma, adalah masa depan internal partai yang akan goyang. Menurutnya, akan terjadi gejolak di ajang Pilpres 2024 terkait pencalonan.
"Cuma persoalannya, ketika Risma jadi Menteri Sosial dapat menutup peluang elektoral Puan, jadi titik poin itu menentukan elektoral partai di masa depan capres dan cawapres dari internal partai," pandang Ujang.
Sebelumnya, Ujang memprediksi bahwa Risma adalah calon kuat untuk dicalonkan sebagai menteri sosial sebagai perwakilan partai.
"PDIP itu syaratnya dua, pertama dekat dengan Mega, kedua orang itu petinggi partai. Dan Risma ini memiliki dua kategori itu, bahka dia tidak punya posisi, dia udah 2 periode jadi walkot jadi bisa saja PDIP mendorong risma (jadi Mensos)," jelas Ujang, Selasa 22 Desember 2020.
Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Angkat Risma dan Sandiaga Jadi Menteri, Jokowi Dinilai Siapkan Pemimpin Masa Depan
Jadi Mensos, Risma Sebut Tangani Orang Susah, Sedih dan Sulit
Risma Mengaku Kaget Ditunjuk Jokowi Jadi Mensos
FX Rudy Dukung Risma Jadi Mensos: Jalannya Lurus Terus Tidak Belok
Jadi Menteri Sosial, Tri Rismaharini akan Fokus Perbaiki Data Penerima Bansos