Jadi ketum, Setnov mundur dari fraksi Golkar di DPR
Hal tersebut untuk menyesuaikan waktu perwujudan visi misinya akan terjun ke daerah-daerah.
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) menegaskan bahwa dirinya akan mengundurkan diri sebagai ketua fraksi Golkar di DPR. Namun dia belum bisa memastikan akan mundur sebagai anggota dewan atau tidak.
"Ya yang jelas saya akan cari waktu yang tepat untuk mengundurkan diri dari fraksi Partai Golkar. Itu saja," kata Setnov di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Selasa (17/5).
Hal tersebut untuk menyesuaikan waktu perwujudan visi misinya akan terjun ke daerah-daerah. Dia berjanji akan kerja penuh selama 3 tahun ke depan.
"Keliling ke kecamatan dan rasa kemudahan membesarkan partai, menjalankan 100 hari kerja karena Pilkada di depan mata, terjun ke daerah. Saya akan mengadakan rekonsiliasi dari pusat dan daerah," tuturnya.
Ditemui secara terpisah, istri kedua Setnov, Deisti Astriani Tagor ternyata memiliki program serupa. Dia akan sekaligus menjadi ketua Perhimpunan Istri Anggota DPP Golkar yang mengajak seluruh istri anggota untuk terjun ke daerah.
"Saya pribadi belum membuat program ke depan. Tapi rencananya keinginan kami, saya istri dan ketua ikatan istri DPP akan terjun ke daerah, ke masyarakat dalam mengimbangi program Partai Golkar. Antara menemani dan punya program sendiri," ungkap Deisti.
Menurut Deisti, program yang dia eksekusi eksternal berupa bakti sosial, program sosial, dan pemberdayaan perempuan. "Alhamdulillah saya ucapkan atas terpilihnya suami saya jadi ketum Golkar. Kerja keras selama ini bukan semata-mata kesenangan. Ini juga merupakan awal kerjaan yang panjang untuk membesarkan dan kembalikan kejayaan Golkar," ujarnya.
Sedangkan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menegaskan bahwa keputusan Setnov yaitu adanya akselerasi yang diarahkan ke daerah-daerah. Hal tersebut lantaran dalam waktu periode kepengurusan yang hanya 3 tahun, 2 tahun mendatang banyak agenda politik yang mengadang Golkar.
"Kalau kita ingin memenangkan pemilu, eksekutornya adalah rakyat. Kalau partai ingin menang maka pemimpin pusatnya harus di tengah-tengah rakyat, harus turun ke bawah. Program 100 hari memang turba," ungkap Idrus.
Baca juga:
Setya Novanto terpilih jadi Ketum Golkar, ini kata Presiden Jokowi
Jadi ketum Golkar, Setnov dipuji Ahok teman baik yang mengayomi
Ini pesan JK buat Setya Novanto setelah terpilih jadi ketum Golkar
Ini pesan pemerintah buat Partai Golkar pimpinan Setya Novanto
Kalah dari Setnov di Munaslub, ini pernyataan Akom yang menyentuh