Jadi cawagub, Emil dituding jadikan warga Trenggalek 'kelinci percobaan'
Nur Hadi mengaku sangat kecewa dengan langkah politik Emil yang meninggalkan tugasnya sebagai bupati Trenggalek demi tujuan Pilgub Jawa Timur.
Partai Gerindra tak mempermasalahkan Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak maju Pilgub Jawa Timur 2018 sebagai bakal calon wakil gubernur dari Khofifah Indar Parawansa. Namun, sebagai salah satu partai pengusung di Pilkada Trenggalek 2015, partai besutan Prabowo Subianto ini menyayangkan keputusan politik suami artis Arumi Bachsin tersebut.
Alasannya, menurut Ketua DPC Partai Gerindra Trenggalek, Nur Hadi, terhitung sejak dilantik sebagai bupati pada Febuari 2016, prestasi kerja Emil sampai sekarang masih sangat minim.
"Seharusnya apa yang dilakukan dia (Emil) ya harus sudah tertata 50 persen. Menata infrastruktur. Cuma kan kalau sudah punya tujuan yang 'wah', ya itu bagian dari politiknya dia untuk jadi Cawagub," kata Nur Hadi via telpon, Kamis (23/11) sore.
Meski sebagai warga negara Emil punya hak untuk maju di Pilgub Jawa Timur, lanjutnya, seharusnya dia menyelesaikan kerjanya lebih dulu. Bukan lari. "Makanya itu, mestinya masyarakat itu dijadikan subyek bukan dijadikan objek. Mau tidak mau dia memerlukan pemilih kok, kan gitu."
"Mau ndak mau kan gitu. Kalau kinerjanya belum menyentuh, masih ada janji-janji yang harus diselesaikan, contohnya kemarin janjinya, mau menginap di per desa, itu juga belum terselesaikan," tegasnya.
Lebih tegas lagi, Nur Hadi mengaku sangat kecewa dengan langkah politik Emil yang meninggalkan tugasnya sebagai bupati Trenggalek demi tujuan Pilgub Jawa Timur. "Kalau dikatakan kecewa, betul kecewa. Kita tidak pernah diajak komunikasi dan kinerjanya juga belum bisa, belum nampak. Tidak menyentuh gitu lho. Ya itulah Emil, ya kasihan lah," katanya kecewa.
Sehingga, masih katanya, rakyat Trenggalek hanya dijadikan sebagai 'kelinci percobaan' oleh Emil. "Kita kasihan untuk timnya maupun pemilih-pemilihnya yang kemarin getol mendudukkan dia sebagai bupati, mengusung dia juga tapi ya hari ini tahu-tahu dia jadi L2 (Cawagub). Kalau dia sekarang lari dari kenyataannya itu, masyarakat Trenggalek hanya dijadikan 'kelinci percobaan' juga ini," tegasnya.
Nur Hadi mengaku kecewa karena Gerindra tak pernah diajak berkomunikasi oleh Emil terkait langkah politiknya tersebut. Dia juga mengetahui Emil sering terlihat meninggalkan pekerjaannya untuk kepentingan lain.
"Sistem pemerintahan tidak tertata, karena selama ini banyak berada di luar, dua minggu belakangan ini kan, dia tidak berada di kabupaten," tutur dia.
"Dia (Emil) lebih banyak berurusan dengan yang lain. Jiwanya bukan untuk kemajuan Trenggalek. Saya kira untuk kemajuan dirinya sendiri, kan gitu. Mungkin ya salah satunya mencari peluang jadi L2 (Cawagub) nya itu," bebernya.
Seperti diketahui, Selasa (21/11) lalu, Emil resmi direkomendasi Partai Demokrat untuk mendampingi Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jawa Timur. Kemudian sehari setelahnya, giliran Partai Golkar menurunkan SK-nya untuk mengusung Emil sebagai bakal Cawagubnya Khofifah.(mdk/ded)