Jadi capres, Rhoma Irama dinilai tak bakal mampu urus negara
Rhoma Irama tidak memiliki track record yang jelas untuk membangun bangsa.
Pengamat Politik Senior Arbi Sanit, menilai pencalonan presiden Rhoma Irama dari Partai Kebangkitan Bangsa hanya bermodal popularitas saja. Pasalnya, penyanyi raja dangdut itu tidak pantas sebagai presiden dikarenakan tidak memiliki keinginan menyatukan masyarakat Indonesia.
"Mana survei yang dihasilkan dia (Rhoma Irama) enggak ada," ujar Arbi di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (14/13).
Arbi menjelaskan, Rhoma Irama yang akan maju capres 2014 hanya didukung oleh para pendukungnya saja. Lebih lanjut, lagi Indonesia bukan pemilik antargolongan saja, sebab Indonesia butuh pemimpin yang menyatukan.
"Apa alasannya orang milih dia (Rhoma Irama) kecuali dia artis dan dia orang Islam. Orang-orang itu saja yang milih dia. Dia di lingkungan elite saja tidak berinteraksi, orang banyak tidak, memberi arah dan membimbing orang banyak, bisa enggak dia?" katanya.
Menurutnya, Rhoma Irama tidak memiliki track record yang jelas untuk membangun bangsa. Terlebih lagi Arbi menyebut Rhoma Irama hanya mengacaukan NKRI dengan sikap kontroversialnya seperti saat mendukung Fauzi Bowo dalam Pilgub DKI Jakarta lalu.
"Dia tidak mampu mengurusi negara, apa dasarnya, apa pengetahuannya? Enggak bakal jadi pemimpin!" tegasnya.
(Laporan: Sukma Alam)
(mdk/bal)