Istrinya dilaporkan ke Bawaslu, Sandi bilang 'Gerakan Emas' program mulia
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaporkan calon presiden Prabowo Subianto dan istri calon wakil presiden, Nur Asia Uno kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaporkan calon presiden Prabowo Subianto dan istri calon wakil presiden, Nur Asia Uno kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Hal ini terkait acara Deklarasi Gerakan Emak-Emak dan Anak-Anak Minum Susu (Gerakan Emas) yang dihadiri Prabowo dan Nur Asia. PSI menduga acara ini melibatkan anak-anak dalam kegiatan politik.
Menanggapi itu, calon wakil presiden Sandiaga Uno mengatakan, akan menyerahkan hal ini kepada Bawaslu.
"Silakan Bawaslu menindaklanjuti. Kami memiliki keyakinan itu gerakan yang mulia. Mengenalkan susu kepada ibu dan anak," jelas Sandi di Jakarta, Rabu (31/10).
Menurutnya, Gerakan Emas ini sesungguhnya sudah dirancang beberapa tahun yang lalu oleh Prabowo dan sekarang kembali diangkat. Hal ini demi memperbaiki gizi dari ibu dan anak yang ada di Indonesia.
"Itu Pak Prabowo dan Pak Hashim sudah mencanangkan beberapa tahun yang lalu dan sekarang di reborn. Dan sekarang didorong oleh istri saya. Saya sendiri tidak hadir di sana," terang dia lagi.
Sandi juga berharap, agar hal ini tidak dipolitisasi. Sebab, tidak ada maksud kampanye dari gerakan ini.
"Jadi gerakan itu janganlah dipolitisasi karena itu sebetulnya untuk generasi muda kita yang lebih ke depan. Protein yang lebih baik sehingga berdaya saing dan tidak terkena stunting terus," tandasnya.
Baca juga:
Ekonomi RI diprediksi tetap positif di tengah tahun politik
Didukung Lucinta Luna, begini reaksi Sandiaga Uno
Sandiaga Uno tantang Jokowi lomba mencari ukuran tempe
PKS DKI ancam 'matikan mesin' di Pilpres 2019, ini kata Sandiaga
Posisi Wagub DKI, Gerindra tegaskan Prabowo pegang komitmen dengan PKS
Khofifah-JKSN sasar Mataraman dan luar negeri demi menangkan Jokowi-Ma'ruf
Moeldoko pesan relawan jaga ideologi Pancasila jika tak mau negara bubar