Ini strategi Ahok untuk rangkul suara Golput
Ini strategi Ahok untuk rangkul suara Golput. "Kita setiap pemilu ada Golput nggak? Ada. Itu rata-rata orang yang berpikiran, siapa pun yang menang nasib saya sama. Makanya saya sampaikan nggak. Saya beda," kata Ahok.
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama membagikan pengalamannya kepada kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Salah satunya mengenai visi misi agar masyarakat memberikan suaranya kepada partai yang notabenenya baru ikut bersaing dalam pesta demokrasi.
Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, saat dirinya pertama memasuki dunia politik memilih Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB). Kala itu, dia menargetkan untuk mendapatkan suara dari mereka yang memutuskan untuk tidak memilih alias golongan putih (Golput).
Dia mengungkapkan, mereka sebenarnya suara potensial untuk beralih ke partai yang baru berdiri. Karena Golput menunjukkan pesimisme dengan perpolitikan di Indonesia.
"Kita setiap pemilu ada Golput nggak? Ada. Itu rata-rata orang yang berpikiran, siapa pun yang menang nasib saya sama. Makanya saya sampaikan nggak. Saya beda," katanya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (9/4).
Berdasarkan pengalaman, maka mantan politisi Gerindra ini menyarankan agar kader PSI untuk memiliki pasar yang ingin dituju. Sebab masyarakat menganggap siapa pun pemimpinnya, baik dari kalangan rohaniawan, akademisi, hingga aktivis pasti akan lupa pada rakyat kecil setelah mereka terpilih menjadi pejabat.
"Orang miskin yang membutuhkan macam-macam nggak pernah mendapatkan haknya. Saya bilang, orang miskin itu nggak pernah dilupakan asal kita betul-betul niatnya berjuang," tutup Ahok.
Baca juga:
Ini empat skema hunian Ahok untuk warga Jakarta
PSI klaim sebagai partai yang 100 persen dukung Ahok-Djarot
Didukung Papernusa, Djarot sebut DKI butuh pemimpin jujur & berani
MS Kaban: Anies-Sandi beri kemaslahatan warga Jakarta
Djarot mengidolakan sosok Bima dalam lakon wayang
Anies-Sandiaga dianggap bisa diuntungkan adanya isu SARA
Tak hadir acara relawan, Djarot dikabarkan dipanggil Megawati