LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Ini penjelasan kenapa Wali Kota Jakbar muncul saat Djarot kampanye

Ini penjelasan kenapa Wali Kota Jakbar muncul saat Djarot kampanye. Saat itu Anas juga datang bersama dengan Kapolres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Roycke Harry Langie. Mereka datang setelah menerima laporan situasi di lapangan yang mulai tidak kondusif.

2016-11-11 13:29:01
Pilgub DKI
Advertisement

Wali Kota Jakarta Barat, Effendi Anas, muncul saat calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful HIdayat, kampanye di kawasan Kembangan Utara, Jakarta Barat. Sekretaris Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno, menyayangkan tindakan Anas.

Menanggapi hal itu, Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, mengaku sudah mengadakan pertemuan secara pribadi dengan Anas.

"Kedatangan Bapak wali kota dilatarbelakangi adanya laporan mengenai rencana aksi penolakan terhadap Djarot. Jadi pihak kepolisian meminta agar wali kota datang ke lokasi untuk membantu mencegah situasi yang tidak diinginkan," jelas Soni, sapaan Sumarsono, Jumat (11/11).

Menurut Sumarsono, selain sebagai pemimpin, Anas juga dikenal sebagai sesepuh di daerah tersebut. "Karena selain pimpinan wilayah, Pak Anas ini kan juga dikenal sebagai sesepuh di sana, tokoh Betawi," ungkapnya.

Sumarsono menjelaskan, saat itu Anas juga datang bersama dengan Kapolres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Roycke Harry Langie. Mereka datang setelah menerima laporan situasi di lapangan yang mulai tidak kondusif.

"Polisi-polisi yang ada di lapangan mulai tidak sanggup menangani situasi. Makanya datanglah Pak Anas bersama dengan jajaran Forkompida setempat, dalam hal ini Kapolres," kata Soni.

Sumarsono mengaku telah melihat cuplikan-cuplikan video dan photo aksi penolakan terhadap Djarot di Kembangan Utara. Sehingga dia tidak akan memberikan sanki kepada Anas karena keberadaannya di lokasi kampanye murni untuk mencegah kericuhan bukan karena unsur politik.

"Kecuali kalau situasinya adem ayem, dia ada di situ, baru masalah. Lagipula datangnya kan juga didampingi Forkompida, yakni Kapolres," ujarnya.

Baca juga:
Kisah di balik kemeja kotak-kota Ahok
Sambangi Pasar Paseban, Agus takjub ada yang sudah dagang 50 tahun
Setya Novanto pecat Fadel Muhammad dari dewan pembina Golkar
Ahok sebut sudah tak zaman rebut kekuasaan dengan pengerahan massa
Ahok: Hubungan dengan Djan baik, tapi kalau pasang iklan tak boleh
Ahok klaim sudah kantongi dana kampanye Rp 7,5 miliar
Ahok: Tuhan tak akan hancurkan Indonesia karena sekelompok barbar

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.