LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Ini gaya Prabowo-Hatta biar disebut mirip Soekarno

Adalah politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) yang berkali-kali memuji Prabowo mirip Soekarno.

2014-05-20 07:15:00
Prabowo-Hatta
Advertisement

Sehari setelah kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersidang. Mereka menetapkan Soekarno sebagai Presiden RI pertama dan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden RI.

Tidak ada debat sengit dalam sidang di Gedung Road van Indie di Jalan Pejambon itu. Sederhana saja, PPKI memilih Soekarno sebagai presiden.

"Nah kita sudah bernegara sejak kemarin. Dan sebuah negara memerlukan seorang Presiden. Bagaimana kalau kita memilih Soekarno?"

Soekarno pun menjawab, "Baiklah."

Sesederhana itu. Maka jadilah Soekarno sebagai Presiden pertama RI. Namanya negara yang baru seumur sehari, tidak ada mobil kepresidenan yang mengantar Soekarno . Maka Soekarno pun pulang berjalan kaki.

Itulah sekelumit kisah pemilihan Soekarno sebagai presiden pertama RI. Kini Deklarasi Prabowo - Hatta ingin disebut mirip Soekarno - Hatta. Adalah politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) yang berkali-kali memuji Prabowo mirip Soekarno .

Berikut gaya Prabowo - Hatta ikuti Soekarno .

Deklarasi di rumah Soekarno

Prabowo-Hatta menggelar deklarasi di Rumah Polonia, Jl Cipinang Cempedak, Cipinang, Jakarta Timur. Mereka memilih rumah itu karena dinilai masih memiliki ikatan dengan Soekarno.

Rumah itu pernah ditinggali Soekarno bersama salah satu istrinya, Yurike Sanger.

Pertama kali Presiden Soekarno bertemu dengan Yurike Sanger pada tahun 1963. Kala itu Yurike masih yang masih berstatus pelajar menjadi salah satu anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika pada acara Kenegaraan. mereka menikah 6 Agustus 1964.

Rumah seluas sekitar 500 m2 ini, diketahui kini dimiliki Haji Harris Tahir, yang merupakan ketua umum Majelis Dzikir SBY Nurussalam.

Informasi yang dihimpun merdeka.com, sebelum dimiliki Harris Tahir, rumah besar bak istana ini dimiliki oleh politisi Demokrat Hayono Isman. Mantan menpora di era Soeharto ini menjual rumah tersebut sekira tahun 2010.

Advertisement

Ingin dipanggil Bung

Prabowo dan Hatta juga ingin dipanggil Bung Bowo dan Bung Hatta. Hal ini mengingatkan pada panggilan para bapak bangsa yang dipanggil 'Bung'.

Amien Rais memanggil Prabowo dan Hatta layaknya pasangan presiden dan wakil presiden pertama Bung Karno dan Bung Hatta.

"Sehingga Bung Bowo dan Bung Hatta lebih dekat," ujar Amien dalam pidatonya.

Sementara itu, artis cantik sekaligus politisi PAN Desy Ratnasari yang bertugas sebagai pembawa acara menyambut pernyataan Amien yang memanggil Prabowo-Hatta sebagai Bung. Menurutnya, panggilan itu sangat cocok terutama untuk jargon panggilan keduanya.

"Sepertinya bagus juga dipanggil dengan sebutan Bung Bowo dan Bung Hatta, setuju enggak?" ujar Desy sambil bertanya kepada hadirin yang hadir.

Menerima pertanyaan itu, sontak para hadirin pun menjawab. "Setujuu," seru semuanya.

"Hidup Bung Bowo, hidup Bung Hatta," teriak mereka.

Advertisement

Muka Prabowo mirip Soekarno

Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN Amien Rais melihat raut wajah Prabowo Subianto sekilas mirip dengan Presiden Indonesia pertama Soekarno. Jika mendapat restu Amien yakin Prabowo bisa lebih menyejahterakan rakyat.

"Saya bukan tukang membaca wajah manusia, tapi Pak Prabowo dari samping seperti Bung Karno, dari depan seperti Bung Karno," kata Amien di Rumah Polonia I/29, Jl Cipinang Cempedak, Senin (19/5).

Sejak awal terbentuk koalisi, Amien mengaku, tahu detailnya. Menurutnya, tak ada keraguan sedikit pun dari partai pendukung untuk memasangkan duet Prabowo dengan Hatta Rajasa.

"Mudah-mudahan Bung Bowo dan Bung Hatta bisa bawa ke arah yang lebih baik lagi," katanya.

Pidato berapi-api

Prabowo kerap tampil berapi-api saat berpidato. Saat deklarasi Prabowo bercerita tentang partai-partai yang mendukungnya.

"Saya mantan prajurit mengakui kali ini lebih melelahkan. Jadi semua pengalaman saya di tentara belum apa-apa menghadapi politik di Indonesia," ujarnya.

"Ada satu hal yang saya belajar. Saya bisa melihat, bergaul, berdiskusi dengan pemimpin-pemimpin terbaik bangsa Indonesia. Dari tokoh dan pemimpin partai yang saya hadapi, saya melihat kesungguhan itikad dan keinginan mereka berbuat terbaik untuk Indonesia. Karena itu penciptaan koalisi ini walaupun liku-liku tetapi lancar," ujar Prabowo dengan pidato berapi-api.

Pidato ini membuat Amien Rais menyamakan Prabowo dengan sosok Soekarno yang dikenal sebagai orator ulung yang mampu bicara panjang lebar tanpa teks.

"Pidato luar biasa seperti Bung Karno," kata Amien di Rumah Polonia I/29, Jl Cipinang Cempedak, Senin (19/5).

Pakai pakaian putih dan kopiah

Prabowo-Hatta kompak mengenakan kemeja putih dan kopiah. Pakaian inilah yang dikenakan Soekarno di awal-awal kemerdekaan, sebelum kemudian tampil dengan jas putih kebanggaannya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menjelaskan, pakaian yang dipakai mantan Danjen Kopassus itu untuk mengingatkan masyarakat kepada pendiri bangsa.

"Pakaian harian dengan model ala Pak Prabowo ini memang terinspirasi para pendiri bangsa seperti Hatta, Soekarno dan lain-lain. Pakaian ini mengingatkan kita pada perjuangan bangsa pada masa lalu," kata Fadli di kantor DPP Gerindra , Jakarta, Jumat (9/5).

Fadli menambahkan, walaupun meniru model para pendiri bangsa, namun hal itu bukan berarti gaya Prabowo ketinggalan zaman. Terlebih, pakaian tersebut menunjukkan rasa Indonesia.

Bahkan, menurut Fadli, pakaian yang kerap ditampilkan bos partainya tersebut merupakan ide pribadi. "Itu full ide Prabowo sendiri, kita tidak pakai desainer," ujarnya.

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.