Ini catatan Komisi V DPR agar kecelakaan di Tol Cipali berkurang
Banyak catatan yang diberikan DPR agar pemerintah segera memperbaiki fasilitas di Tol Cipali, apa saja itu?
Ketua Komisi V Fary Djemi Francis mengatakan pihaknya telah memiliki empat catatan bagi pemerintah terkait keberlangsungan Tol Cipali. Hal pertama, kata dia, pantauan mengenai titik-titik rawan kecelakaan baru yang dilaporkan masyarakat, dan itu harus dibenahi dan dicarikan solusi.
"Kedua soal rambu-rambu yang masih minim. Perlu diperbanyak rambu-rambu, khususnya strip kejut," kata Fary saat menggelar konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/7).
Catatan yang ketiga, Komisi V juga mendesak agar ada upaya perbaikan rest area. Ia berharap sebanyak 8 rest area bisa segera dimanfaatkan pengemudi dengan baik.
"Poin terakhir mengenai audit kemantapan jalan. Walau belum ada masukan masyarakat soal ini, kami tetap akan beri masukan Cipali soal audit tersebut," tukasnya.
Walaupun memberikan catatan, Politikus Gerindra ini mengapresiasinya keberadaan tol terpanjang di Indonesia itu yang sangat membantu dalam mengurai kemacetan arus mudik lebaran di jalur pantai utara (Pantura) Jawa Barat.
"Cipali, kami pantau upaya mengurai kemacetan itu sangat terbantu, walau masih ada kendala," ucapnya.
Selain itu, guna mengurangi kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali yang diketahui memiliki panjang 116 km itu, dia berharap agar kendaraan yang memiliki kondisi baik saja yang diperbolehkan melewati tol ini.
"Kalau dianggap tidak layak, bisa di tahan untuk tidak masuk Cipali," tandasnya.
Baca juga:
Tiga korban Cipali dimakamkan dalam satu liang lahat
Ini identitas korban tewas dan kritis kecelakaan di Tol Cipali
Tabrakan Innova dan bus Setia Negara di Cipali, 7 tewas
Pindah jalur, Innova adu banteng dengan bus Setia Negara di Cipali
15 Gardu tol Cipali dimaksimalkan sambut arus balik pemudik