Ini cara Prabowo dan Fadli Zon serang Jokowi dan Mega
Berikut ini cara Prabowo dan Fadli Zon menyerang Jokowi dan Megawati:
Politisi Partai Gerindra pada masa kampanye pemilu ini kerap menyerang PDI Perjuangan. Serangan itu berupa kritik-kritik yang disampaikan oleh Prabowo Subianto dan Fadli Zon. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon kemarin membuat puisi politis. Dalam salah satu baitnya, kedua politisi Gerindra itu menyindir Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan capres PDIP Joko Widodo alias Jokowi. Dalam puisinya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menulis sebuah puisi berjudul: Indonesia Hebat. Dalam puisi itu dia menyindir PDIP yang dalam kampanye pemilu legislatif 2014 menggunakan jargon 'Indonesia Hebat'. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto meradang setelah Megawati Soekarnoputri memilih Joko Widodo atau Jokowi sebagai capres PDIP. Megawati dianggap ingkar janji karena pada 2009 lalu sudah membuat kesepakatan akan mendukungnya pada 2014. Kesepakatan itu ditandatangani di Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat. Capres Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan orasi politik di depan ribuan kader dan simpatisan partainya di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Dia terus menyindir capres boneka.
Dalam beberapa kesempatan, Prabowo, yang diusung sebagai bakal capres, melontarkan kritikan-kritikan kepada Jokowi. Misalnya soal capres boneka.
Sementara Fadli Zon, Wakil Ketua Gerindra, mengkritik PDIP melalui puisi-puisi yang dia sebar ke media. Dalam puisinya Fadli Zon mengkritik Megawati dan Jokowi.
Berikut ini cara Prabowo dan Fadli Zon menyerang Jokowi dan Megawati:Membuat puisi politis untuk sindir Jokowi-Mega
Prabowo membuat puisi berjudul: Santun. Sementara Fadli Zon berjudul: Airmata Buaya dan Sajak Seekor Ikan. Prabowo membacakan puisi saat menjadi jurkamnas Partai Gerindra dalam kampanye terbuka di lapangan Wagimin Jambe Tabanan, Bali, 17 Maret lalu.Mengungkit kasus penjualan Indosat
Dalam puisi yang ditulis 1 April 2014 ini, dia menyindir penjualan aset Indosat hingga pemimpin yang khianat. Berikut ini penggalan bait puisi Fadli Zon dengan judul 'Menuju Indonesia Raya':
Indonesia tak akan hebat
Kalau pemimpin tidak amanat
Indonesia tak akan hebat
Kalau koruptor semakin kuat
Indonesia tak akan hebat
Karena kau jual Indosat
Indonesia tak akan hebat
Kalau dirawat kaum khianat
Indonesia tak akan hebat
Karena rakyat belum berdaulatCurhatan Prabowo soal kesepakatan Batutulis
"Saya kira berbahaya pemimpin Indonesia yang mencla-mencle. Satu hari bilang A besok bilang B. Jam 2 makan tahu, jam 3 makan tempe," kata Prabowo di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu (16/3) kemarin.Capres boneka
"Kalian mau dipimpin boneka-boneka? Mau punya presiden boneka?" teriak Prabowo di Gelora Bung Karno, Minggu (23/3).
"Tanggal 9 April pilihannya sangat jelas, antara antek negara lain atau Indonesia yang berdiri di atas kakinya sendiri," kata Prabowo.