Ini Alasan PDIP Tak Buru-Buru Deklarasi Capres dan Cawapres pada Pilpres 2024
Masih banyak waktu PDIP untuk mempertimbangkan dan mencari siapa calon pemimpin yang baik untuk diusung untuk bertarung di Pilpres 2024 nanti.
PDIP membeberkan alasan belum mengumumkan nama capres dan cawapres yang akan diusung pada Pilpres 2024 mendatang. PDIP menilai perhelatan Pemilu 2024 masih sangat lama.
Kemudian proses pendaftaran pasangan capres dan cawapres untuk Pilpres 2024 baru akan dimulai 2023 mendatang.
"Saya tanya pada beliau (Ketua KPU Hasyim Asy'ari) pendaftaran calon presiden kapan? Lalu Mas Hasyim menjawab Agustus tahun 2023," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat sambutan di acara Bimtek Anggota Legislatif PDIP, di Hotel Grand Paragon, Jakarta Barat, Selasa (14/6).
Hasto mengatakan, setelah mendengar hal itu, masih banyak waktu PDIP untuk mempertimbangkan dan mencari siapa calon pemimpin yang baik untuk diusung untuk bertarung di Pilpres 2024 nanti. Sebab, Hasto mengungkapkan, PDIP mencari sosok calon pemimpin yang mampu bertanggungjawab kepada masyarakat.
"Jadi masih ada waktu bagi kita, bagi ibu ketua umum yang mendapat mandat dari kongres untuk betul-betul mempertimbangkan dan melihat dengan baik," tutur dia.
"Karena yang kita cari adalah sosok yang mampu bertanggung jawab kepada 270 juta lebih rakyat Indonesia," sambungnya.
Ditentutan Megawati
Hasto juga menegaskan bahwa penentuan sosok capres dan cawapres ada mekanisme dan tahapan untuk mempersiapkan konsep visi, misi serta platform untuk 2024. Untuk memutuskan sosok tersebut ditambahkan Hasto berada di tangan Ketua Umum PDIP yakni Megawati Soekarnoputri.
"Karena sistem demokrasi yang kita bangun capres dan cawapres tidak memiliki visi dan misi individual tetapi mereka menjalankan visi dan misi yang dipersiapkan oleh partai," ujar Hasto.
"Jadi capres-cawapres nanti ketum, tugas partai menyiapkan visi misi dan program calon yang akan diusung oleh PDIP," tambahnya.
(mdk/gil)