LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Ini alasan PAN tak undang Jokowi dan tokoh nasional di Rakernas

Rapat kerja nasional (Rakernas) PAN yang digelar tiga hari di Kota Bandung dipastikan tidak dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi). PAN sengaja tidak mengundang tokoh nasional karena Rakernas akan membahas strategi partai menghadapi tahun politik 2018 dan 2019 mendatang.

2017-08-20 12:06:43
Partai Amanat Nasional
Advertisement

Rapat kerja nasional (Rakernas) PAN yang digelar tiga hari di Kota Bandung dipastikan tidak dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi). PAN sengaja tidak mengundang tokoh nasional karena Rakernas akan membahas strategi partai menghadapi tahun politik 2018 dan 2019 mendatang.

"Iya (karena) kita enggak undang pemerintah pusat. Kalau ada yang dari internal saja. Kalau ada pemerintah lokal saja," kata Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat ditemui di kawasan Car Free Day Buah Batu Bandung, Minggu (20/8).

Hal serupa juga disampaikan Sekjen PAN Eddy Soeparno. Partai berlambang matahari tersebut hanya akan mengundang kepala daerah di Jawa Barat. Termasuk di antaranya Wagub Jabar Deddy Mizwar, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, yang disebut akan menjadi peserta Pilgub Jabar 2018.

Menurut Eddy, tidak mengundang Jokowi dan tokoh nasional karena Rakernas PAN akan membahas isu-isu strategis partai ke depannya. ‎"Iya kita tidak mengundang. Ini-kan acara internal. Ini etikanya saja, karena di Jabar sehingga DPW-DPW nya saja yang kita undang," imbuhnya.

Rakernas PAN digelar di Hotel Asrilia mulai 21-23 Agustus 2018. Hasil Rakernas nantinya akan menelurkan beberapa nama yang direkomendasikan partai untuk menghadapi Pilkada serentak 2018 di 157 daerah di Indonesia.

"Ada beberapa rekomendasi yang kita harapkan tentu lebih banyak ke internal. Nantinya akan mengemuka dan menjadi agenda yang patut kita dorong ke depan akan kita lakukan pembahasan lebih intensif lagi," jelasnya.

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.