Ini 4 versi dalang walk out Demokrat di RUU Pilkada
Kritik hingga kecaman lantas dialamatkan kepada Demokrat karena walk out.
Partai Demokrat memilih walk out saat voting Rancangan Undang-undang (RUU) Pilkada di sidang Paripurna DPR, Jumat (26/9) dini hari. Alasannya, 10 syarat yang diajukan partai berlambang Mercy itu tak diakomodir. Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan walk out yang dilakukan rekan-rekannya saat pengesahan RUU Pilkada atas instruksi Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf. Namun, Ramadhan ogah berpolemik apakah itu juga atas perintah Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atau tidak. Politikus senior Partai Demokrat Ignatius Mulyono, bersama lima koleganya memilih tidak walk out saat sidang paripurna pengesahan RUU Pilkada dini hari kemarin. Dia beralasan, hanya mengikuti perintah Ketua Umum Demokrat SBY yang ingin pilkada langsung. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengaku instruksi walk out diberikan oleh Ketua Umum Demokrat SBY kepada Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Nurhayati Ali Assegaf. Hal itu disampaikannya kepada Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul sesaat setelah walk out. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan kepada Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul walk out adalah jalan terbaik. Max mengatakan hal itu kepada Ruhut sesaat setelah walk out di gedung DPR.
Voting RUU Pilkada dilakukan tanpa kehadiran Fraksi Demokrat. Alhasil, kubu pendukung pilkada secara langsung kalah dari pendukung pilkada lewat DPRD.
Kritik hingga kecaman lantas dialamatkan kepada Demokrat karena walk out. Namun, siapa dalang di balik walk out Demokrat hingga kini belum jelas.
Ada yang mengaku walk out itu atas instruksi Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), namun ada pula yang membantahnya.
Berikut 4 versi dalang walk out Demokrat di RUU Pilkada seperti dirangkum merdeka.com.Nurhayati Ali Assegaf
"Dari ketua fraksi dan kalau mengenai Pak SBY belum bisa bicara. Saya memaklumi beliau," ujar Ramadhan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/9).
Menurut Ramadhan, yang mesti dipecahkan adalah forum lobi jelang pengesahan RUU Pilkada. Akan tetapi, dia tak mau menjelaskan, apa yang terjadi sebenarnya.
"Drama lobi 4 jam, itu yang harus dipecahkan," imbuhnya.Benny K Harman
"Ketua umum sudah jelas mendukung pilkada langsung, kalau walk out tidak bisa diaplikasikan itu," kata Ignatius di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/9).
Dia mengatakan, walk out yang dilakukan teman-temannya adalah perintah Benny K Harman, bukan SBY. Karena itu, dia tak mau ikut-ikutan walk out.
"Saya sendiri menggunakan hak politik saya. Kader itu harus betul-betul ikuti instruksi ketum. Yang walk out itu kan hanya sesuai dengan apa yang disampaikan Benny K Harman. Kita sudah mampu 10 tahun ini melaksanakan demokrasi pilkada langsung oleh rakyat," tegas dia.Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Ruhut mengaku sempat menelepon SBY untuk mengkonfirmasi pengakuan Max. Namun, dikarenakan sedang sibuk, SBY kemudian mengirim pesan singkat kepadanya dan berjanji akan menghubungi Ruhut.
"Tapi batere aku semalam lowbatt," kata Ruhut kepada merdeka.com, Jumat (26/9).
Menurutnya, SBY telah memerintahkan agar dilakukan pengusutan terhadap dalang di balik aksi walk out itu.
"Pak SBY enggak tahu siapa di balik ini. Kita enggak tahu siapa. Pak Amir Syamsuddin (Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat) juga sudah diminta untuk mengusut siapa (orang di balik aksi walk out)," kata Ruhut.Max Sopacua
"Max Sopacua datangi gw sambil peluk. Dia bilang ini jalan terbaik. Gw bilang ini bukan arahan ketua umum. Dia (Max) bilang gak, ini atas arahan ketua umum ke ketua fraksi," kata Ruhut kepada merdeka.com, Jumat (26/9).
Aksi walk out Demokrat itu disesalkan banyak pihak. Akibat disahkannya pasal pelaksanaan pilkada melalui DPRD di RUU Pilkada, pilkada ke depan tak akan dilakukan secara langsung lagi.
Kecuali Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan yang rencananya bakal dilakukan oleh sejumlah pihak.