LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Ingin ambil alih kendali, PDIP bisa rusak harmoni tim koalisi Ahok

Ingin ambil alih kendali, PDIP bisa rusak harmoni tim koalisi Ahok. Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok dari Partai Hanura, Miryam S Haryani mengatakan, tim pemenangan Ahok yang terdiri dari berbagai elemen pendukung sudah terbentuk sejak dua bulan yang lalu, jauh sebelum PDIP bergabung.

2016-09-22 15:02:24
Pilgub DKI 2017
Advertisement

PDI Perjuangan menyatakan sebagai pengusung utama Ahok dan Djarot ingin menjadi ketua tim pemenangan. Namun hal ini membuat tiga partai yang telah terlebih dahulu mengusung Ahok menjadi gerah.

Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok dari Partai Hanura, Miryam S Haryani mengatakan, tim pemenangan Ahok yang terdiri dari berbagai elemen pendukung sudah terbentuk sejak dua bulan yang lalu.

Miryam menjelaskan saat itu sudah sepakat bergerak hanya demi memenangkan Ahok di Pilkada DKI. Dalam tim tersebut, kata dia, sudah disepakati pula apabila ada partai yang baru bergabung maka partai tersebut hanya tinggal menyesuaikan dengan tim yang sudah terbentuk.

"Harmoni sudah terbentuk dan ritme sudah terbangun, jangan lagi dirusak hanya karena ingin pengakuan khusus akan superioritas yang dimilikinya," kata Miryam saat dihubungi, Kamis (22/9).

Ketua DPP Partai Hanura ini mengakui dalam politik memang dikenal sangat dinamis, perubahan bisa saja dilakukan kapanpun. Namun, kata dia, politik juga harus mengenal etika walaupun dengan alasan apapun.

"Politik juga mengenal tentang etika sehingga tidak semua hal bisa diganti seenaknya dengan mengatasnamakan dinamisasi," tegasnya.

Miryam menegaskan tiga partai politik yang terlebih dahulu mengusung Ahok telah berjuang dari jauh-jauh hari. Maka, peran ketiga partai politik tak bisa dipinggirkan begitu saja walaupun PDIP Perjuangan yang paling terakhir bergabung memiliki kekuatan lebih besar dengan jumlah perolehan 22 kursi di DPRD DKI.

"Namun, saya memahami bahwa hal ini hanya bagian dari proses penyesuaian gaya kerja dan komunikasi saja. Hanya perlu duduk bersama satu atau dua kali untuk menyamakan persepsi dan semangat juang yang ada. Saya pastikan bahwa tim pemenangan Ahok-Djarot akan terus dalam harmoni hingga lima tahun ke depan," ujarnya.

Sebelumnya Ketua DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan mengatakan partainya ingin agar ketua tim pemenangan Ahok-Djarot diambil alih dari tangan Golkar. Saat ini, tim pemenangan Ahok berada di bawah kendali kader Golkar Nusron Wahid.

"Kami sepakat tadi malam, teman-teman DPD (DKI Jakarta) yang akan bicarakan dengan Pak Ahok. Tapi sebagai partai pengusung, idealnya yang jadi ketua tim pemenangan adalah PDI Perjuangan. Tapi bagaimana detailnya nanti mereka akan bicara," kata Trimedya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9).

Sebagai partai pengusung dan memiliki kursi terbanyak, katanya, PDIP tidak ingin hanya menjadi 'tim hore' dari pemenangan Ahok-Djarot. Menurutnya, semua kader PDIP harus berperan dalam mengawal pemenangan Ahok-Djarot. Trimedya pun mengaku sudah ditugasi DPP PDIP untuk membantu memenangkan Ahok-Djarot di wilayah Jakarta Timur.

"Kita berprinsip, kita adalah pengusung. Dan Pak Ahok di Teuku Umar setuju semua pernyataan Bu Mega. Sudah dibicarakan dengan kawan-kawan NasDem, Hanura, dan Golkar. Dan dia tahu betul PDI Perjuangan tidak mungkin mau menjadi penggembira," pungkasnya(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.