Indo Barometer: Nurdin Abdullah-Andi Sulaiman 31,8 %, IYL-Andi Muzakkar 20,4 %
Kemudian pasangan Nurdin Halid dan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar 18 persen. Terakhir pasangan Agus Arifin Nu’mang dan Tanribali Lamo 7,1 persen. Pemilih yang tidak menandai apapun di surat suara 22,7 persen.
Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil elektabilitas Pilkada Sulawesi Selatan (Sulsel) jelang hari pencoblosan pada 27 Juni mendatang. Hasilnya unggul pasangan M Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman dengan 31,8 persen.
"Dari simulasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dengan menggunakan contoh surat suara, pasangan M Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman yang banyak dipilih 31,8 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di Hotel Harris, Mall FX Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (20/6).
Setelah pasangan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman disusul oleh pasangan Ichsan Yasin Limpo (IYL) dan Andi Muzakkar 20,4 persen. Kemudian pasangan Nurdin Halid dan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar 18 persen. Terakhir pasangan Agus Arifin Nu’mang dan Tanribali Lamo 7,1 persen. Pemilih yang tidak menandai apapun di surat suara 22,7 persen.
"Disusul Ichsan Yasin Limpo dan Andi Muzakkar 20,4 persen. Kemudian pasangan Nurdin Halid dan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar 18 persen," ujarnya.
Survei ini dilaksanakan sejak 5 hingga 10 Juni 2018, di 24 kabupaten atau kota di Sulsel. Jumlah sampel pada survei ini sebanyak 800 responden.
Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia di Provinsi Sulawesi Selatan, dan sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan. Margin of error penelitian sebesar kurang lebih 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden dengan menggunakan kuesioner.
Baca juga:
5 Jenderal Polri diterjunkan bantu amankan Pilkada Sulsel
KPU Sulsel targetkan kertas suara Pilgub dicetak 6 juta lembar dalam 3 hari