Ical dan Agung ke Istana, JK bilang Jokowi mau ikut damaikan Golkar
"Saya kan sudah sering. Biar presiden kali ini, saya kan sering ketemu," kata JK.
Presiden Joko Widodo mengundang Ketum Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono dan versi munas Bali, Aburizal Bakrie (Ical) ke Istana. Namun dua kubu yang berseteru itu tidak duduk bareng, Jokowi temui Agung lebih dulu kemudian baru Ical.
Menanggapi hal ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa pertemuan itu membahas soal konflik Golkar. Menurut dia, Jokowi ingin mendamaikan kedua kubu yang terus berkonflik meski Kemenkum HAM sudah mencabut SK kepengurusan Golkar kubu Agung Laksono.
"Ya damai-damailah," kata JK di Istana Wapres, Jakarta, Senin (11/1).
JK menilai, memang harusnya untuk mengakhiri konflik dilakukan munas Golkar lagi tahun ini. Sayang wacana itu mendapat penolakan dari kubu Ical.
"Memang begitu keputusan kita sebenarnya. Begitu yang disetujui, perlunya ada munas. Bukan munas bersama tapi satu munas, tapi sebelumnya pengurus dikonsolidasi," terang JK.
Soal kenapa JK tak ikut dalam pertemuan itu, menurut dia, hal itu karena dirinya sudah sering mencoba mendamaikan dua kubu Golkar yang sedang berseteru.
"Saya kan sudah sering. Biar presiden kali ini, saya kan sering ketemu," tegas dia.
Baca juga:
Agung Laksono pulang, giliran Ical yang temui Jokowi di Istana
Presiden Jokowi mendadak panggil Agung Laksono ke Istana
Fadli Zon: Tak ada surat pergantian ketua DPR dari Agung Laksono Cs
Ade Komarudin soal penolakan jadi ketua DPR: Itu biasa, santai saja
Paripurna pelantikan Ade Komarudin gaduh, Kubu Agung Laksono menolak
Rapat Bamus selesai, Ade Komarudin dilantik ketua DPR hari ini
Sekretaris Golkar faksi Setnov dan Ade Komarudin hadiri rapat Bamus