Hubungan Demokrat dan Gerindra Memanas, Ini Kata Erick Thohir
Ketika ditanya apakah bakal melakukan komunikasi dengan Demokrat, Erick tetap menolak komentar. Dia lagi-lagi menegaskan urusan kepartaian diserahkan ke partai.
Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir enggan mengomentari memanasnya hubungan Gerindra dan Demokrat. Dia tak mau ikut campur urusan koalisi sebelah.
"Saya enggak mau komen itu masing-masing punya perbedaan di koalisi berbeda, saya enggak punya hak mengkritisi Demokrat," kata Erick di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11).
Ketika ditanya apakah bakal melakukan komunikasi dengan Demokrat, Erick tetap menolak komentar. Dia lagi-lagi menegaskan urusan kepartaian diserahkan ke partai.
"Tidak itu masing-masing partai," ujar Erick.
Dia menegaskan, tugasnya sebagai ketua tim adalah mengkonsolidasikan internal timses Jokowi-Ma'ruf Amin. Seperti ketika Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengkritik relawan Jokowi karena walkout pada deklarasi pemilu damai.
"Bahkan seperti contoh kejadian di Monas pada saat itu ketika Demokrat mengkritik kita, kita langsung konsolidasi dengan relawan supaya ingat dari awal saya diminta memimpin, saya tidak mau pakai pertempuran tapi ini pesta demokrasi yang bersahabat dan bermartabat. Kemarin sahabat saya Sandi di Yogja saya di Yogja hampir ketemu kalau ketemu seru juga pelukan lagi," pungkasnya.
Sebelumnya, hubungan Demokrat memanas dengan Gerindra. Keduanya saling tagih janji untuk memenangkan Pemilu. Hal itu diawali karena Demokrat terlihat setengah hati memenangkan Prabowo. SBY melalui Twitternya menjawab pernyataan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani yang menyebut dirinya berjanji mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga. Menurutnya, sang capres yang harus berkampanye karena superstar dalam Pemilu.
Baca juga:
Erick Thohir: Saya Mundur dari Timses Kalau Jokowi jadi Raja
Erick Thohir: Ibu-ibu Susah Dipolitisir
Berkunjung ke Pasar Hyper Square Bandung, Jokowi Bikin Pengunjung Histeris
Erick Thohir ajak relawan perempuan berantas gosip dan hoaks
Erick Thohir tegaskan Yusril bergabung sebagai profesional, tak ada deal politik
Indonesia butuh pemimpin tegas dan tak marah-marah supaya bisa memberikan solusi
Timses Balas Kritik Permintaan Maaf Prabowo: Ingkar janji Pak Jokowi Apa Kabar?