LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Hoaks dan Politik Identitas Dianggap Tak Mempan Dipakai di Pilpres

"Politik identitas itu hanya kasuistik. Kalau melihat sebarannya di Indonesia, politik identitas ini sangat kecil dimainkan sebagai isu," kata Andi.

2019-04-02 23:00:57
Jokowi-Ma'ruf Amin
Advertisement

Ketua Tim Relawan Jokowi Cakra 19, Andi Widjajanto, menegaskan strategi penyebaran informasi hoaks dan politik identitas tidak akan mempan digunakan di Pilpres 2019. Menurutnya, isu politik identitas sangat jarang dipakai di daerah-daerah.

"Politik identitas itu hanya kasuistik. Kalau melihat sebarannya di Indonesia, politik identitas ini sangat kecil dimainkan sebagai isu. Kita melakukan ratusan pilkada di tingkat kabupaten, kota dan provinsi. Kalau itu dipersentase isu identitas yang dimainkan itu sangat kecil. Benar-benar tidak ada," kata Andi dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip Antara, Selasa (2/4).

Begitu juga dengan pabrikasi hoaks yang terus dilancarkan untuk meruntuhkan reputasi pasangan calon petahana, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Mantan Sekretaris Kabinet ini menyebut Jokowi sering diterpa berita bohong sejak maju sebagai capres pada Pemilu 2014.

Advertisement

Bahkan, kata dia, Jokowi dihantam dengan isu PKI, isu agama, dan isu-isu hoaks lainnya. Tapi nyatanya, Jokowi tetap menang di 2014.

"Soal politik identitas plus hoaks yang selalu saya tekankan ke 01 adalah kita di 2014 itu diserang dengan strategi obor rakyat. Strategi yang mirip-mirip dengan hoaks di skala 2014, tapi strategi itu gagal kok," tegasnya.

Strategi hoaks, lanjut Andi, terbukti tidak sampai mempengaruhi keyakinan pemilih. "Nah di 2019 ini sudahlah, strategi itu (politik identitas dan hoaks) gagal di 2014. Masih nekat mereka coba, kita pastikan itu enggak mempan. Pasti gagal," tuturnya.

Advertisement

Yang terpenting, Andi berharap, sesuai pesan yang disampaikan Jokowi pada debat keempat lalu, masyarakat jangan sampai tercerai berai gara-gara politik lima tahunan.

"Saya mengulang aja kata-kata Pak Jokowi. Jangan sampai (kampanye) pemilu yang enam bulan ini membuat rantai sepeda kita putus. Jangan sampe rantai sepeda bangsa ini putus hanya gara-gara pemilu lima tahunan," jelas Andi.

Andi meyakini, di sisa waktu sekitar dua pekan ini masyarakat sudah menentukan pilihan siapa yang akan dipilih sebagai pemimpin mereka untuk lima tahun ke depan.

"Kalau berjalan normal serta melihat survei-survei yang ada, secara rasional kita sudah tahu elektabilitas siapa yang nanti akan tinggi pada 17 April nanti," ucapnya.

Baca juga:
Terharu, Prabowo Peluk Seorang Montir yang Beri Sumbangan Dana Buat Kampanye
Jokowi: Coba di Negara Mana Ada Presiden Lewat Dicegat Warga
Bupati Sragen Dilaporkan ke Bawaslu Karena Foto Berpose Satu Jari
Soal Pengadangan Ma'ruf Amin di Pamekasan, Sandiaga Minta Pendukung Jaga Kondusivitas
Mensos: Pendamping PKH Bagi-Bagi Kalender Gambar Jokowi Bukan untuk Kampanye

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.