Hidayat heran, 80 kader PKS pilih mundur ketimbang teken pakta integritas
80 Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengundurkan diri dari kepengurusan Kabupaten Banyumas. Alasannya karena mereka diharuskan menandatangani pakta integritas loyalitas terhadap partai.
80 Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengundurkan diri dari kepengurusan Kabupaten Banyumas. Alasannya karena mereka diharuskan menandatangani pakta integritas loyalitas terhadap partai.
Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan pengunduran diri semacam itu bukanlah hal yang baru bagi PKS. Hidayat justru heran mengapa para kader itu tidak mau menandatangani pakta integritas loyalitas terhadap partai.
"Pertama secara prinsip pakta integritas itu adalah suatu yang sangat biasa dilakukan organisasi apapun gitu ya menjadi aneh kalau hanya menandatangani pakta integritas saja tidak mau," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/10).
"PKS adalah partai kader, bukan partai kader saja mempunyai pakta integritas dan ditandatangani. Nah kalau partai kader, kemudian tidak mau kadernya menandatangani pakta integritas itu apa namanya?," sambungnya.
Hidayat menjelaskan, pakta integritas adalah suatu hal yang wajar bagi setiap organisasi. Karena itu, dia menegakkan, PKS akan tetap menjalankan pakta integritas.
"Tapi PKS akan tetap melanjutkan dan kemudian menandatangani pakta integritas tetaplah mayoritas mutlak di partai ini karena sekali lagi ini adalah partai dengan khasnya yaitu kekaderannya semua upaya sudah dilakukan," ungkapnya.
Meski begitu, Hidayat tetap menghormati keputusan para kader yang mengundurkan diri itu. Kata dia, itu adalah konsekuensi.
"Kalau keputusan untuk mundur ya kami tidak memiliki kewenangan untuk memaksa mereka untuk tidak mundur tapi semuanya menjadi konsekuensi kalau mereka mundur ya konsekuen juga dengan pilihan mereka," ucapnya.
Baca juga:
PKS: Tak setuju HTI oke, tapi kalimat Tauhid milik semua umat Islam
Kubu Jokowi: PKS nggak pede lagi sama Prabowo, terpaksa jual Sandiaga
Presiden PKS bantah lebih pentingkan Sandi dan setengah hati dukung Prabowo
Satu jam diperiksa Polda Metro, Sohibul Iman percaya diri kasus dihentikan
Gerindra tak masalah PKS instruksikan kader kampanyekan Sandiaga
Sandiaga: PKS melihat ada irisan yang kuat dengan saya