Hasto Blak-blakan Alasan Kembali Ditunjuk Jadi Sekjen PDIP
Ia menegaskan bahwa penunjukan itu merupakan bentuk tanggung jawab yang diberikan langsung oleh Ketua Umum PDIP.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan alasannya kembali dipercaya menduduki jabatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa penunjukan itu merupakan bentuk tanggung jawab yang diberikan langsung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
“Ya, ini adalah suatu tanggung jawab yang diberikan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri yang memiliki hak prerogatif untuk menyusun Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan,” kata Hasto di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (17/8).
“Tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada saya tentu akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya.
Tulis Buku Spiritualitas saat Ditahan KPK
Hasto juga mengungkapkan bahwa saat ditahan KPK, dirinya menulis sebuah buku bertema spiritualitas PDI Perjuangan. Buku itu, kata dia, melengkapi teori pemikiran geopolitik Soekarno serta teori kepemimpinan strategis Megawati Soekarnoputri.
“Ketika saya menjadi tahanan di KPK, saya menuliskan buku spiritualitas PDI Perjuangan yang melengkapi teori pemikiran geopolitik Bung Karno dan teori kepemimpinan strategis Ibu Megawati yang telah diuji,” ungkapnya.
Menurutnya, karya tersebut bahkan telah diterima secara akademis sebagai karya ilmiah. “Kami jalankan perintah itu dengan sebaik-baiknya, lebih total, lebih loyal, dan menyatu dengan kekuatan rakyat,” tambah Hasto.
Pesan Megawati dan Tanggung Jawab Berat
Saat ditanya soal pesan khusus dari Megawati selaku Ketua Umum, Hasto menyebut justru hal itu menjadi tanggung jawab besar bagi dirinya.
“Ini bukan sekadar soal jabatan. Ada tantangan berat yang harus dihadapi, sejalan dengan tantangan bangsa,” ucapnya.
Ia menegaskan PDIP akan terus berdiri di garda terdepan dalam memelopori kebijakan pro-rakyat.
“Arahan Ketua Umum Megawati di setiap pidato politik pembukaan dan penutupan Kongres menjadi pegangan saya dalam melaksanakan tugas. Sikap politik dan program partai yang telah dirumuskan dalam Kongres ke-6 menjadi panduan dalam menjalankan amanat ini,” pungkasnya.