LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Hasil Lengkap Survei Populi: Dari Kinerja Jokowi hingga Simulasi 10 Tokoh Capres

Peneliti Populi Center Rafif Pamenang mengungkapkan survei melibatkan 1.200 orang yang dilakukan secara tatap muka 21 Maret-29 Maret pada 2022 dengan sampel menggunakan metode multistage random sampling.

2022-04-25 05:10:21
Survei Populi Center
Advertisement

Lembaga Survei Populi Center merilis Survei Nasional Peta Politik Menjelang Pemilu Serentak 2024. Peneliti Populi Center Rafif Pamenang mengungkapkan survei melibatkan 1.200 orang yang dilakukan secara tatap muka 21 Maret-29 Maret pada 2022 dengan sampel menggunakan metode multistage random sampling.

Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar ±2.83% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Ada beberapa faktor yang diangkat dalam Survei Nasional Peta Politik Menjelang Pemilu Serentak 2024, antara lain Evaluasi Pemerintahan Joko Widodo, Pemilu 2024 hingga Dinamika Politik.

Advertisement

Kepuasan Kinerja Presiden Jokowi

Lembaga Survei Populi Center mengeluarkan survei terkait tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasilnya meningkat, tingkat kepuasaan menjadi 62,4 persen. Sebelumnya 60,4% pada survei yang dilakukan pada Oktober 2020.

"Setelah kemudian orang memahami virus itu pemerintah menyeimbangkan aspek ekonomi dan kesehatan mayoritas responden menyatakan kepuasannya. Data menunjukkan bahwa sebesar 62,4 persen (sangat puas 5 persen, puas 57,4 persen) masyarakat menyatakan puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo," kata peneliti Populi Center Rafif Pamenang, dalam siaran virtual, Minggu (24/4).

Advertisement

Sementara itu sebesar 32,8 persen menyatakan tidak puas. Kemudian 4,8 persen menyatakan tidak tahu atau tidak jawab. Dia menuturkan hasil survei menunjukkan bahwa Jokowi dianggap cukup berhasil melewati masa sulit pemerintahan. Terutama akibat dari pandemi COVID-19 dan berhasil menjalankan arah pemerintahan sehingga diapresiasi oleh publik.

"Terlihat dari tingginya kepuasan terhadap kinerja Joko Widodo dalam survei tatap muka kali ini, dibandingkan dengan survei serupa di bulan Oktober 2020," imbuhnya.

Evaluasi Lembaga Negara

Survei yang diadakan Populi Center mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap TNI tinggi dibandingkan dengan lembaga-lembaga lain seperti Presiden, KPK, hingga DPR. Dari data menunjukkan TNI mendapatkan 78,6 persen.

"Hasilnya TNI tingkat kepercayaan tinggi 78,6%, dan presiden 72,9%," kata peneliti Populi Center Rafif Pamenang, dalam siaran virtual, Minggu (24/4).

Rafif merinci untuk posisi ketiga yaitu terdapat Polri yang mendapatkan 67 persen, KPK 66,7 persen. Lalu disusul dengan KPU terdapat 64,1 persen.

Berikut hasil survei:
- TNI 78,6 persen
- Presiden 72,9 persen
- Polri 67,0 persen
- KPK 66,7 persen
- kPU 64,1 persen
- Bawaslu 61,4 persen
- BPK 59,7 persen
- MA 59,0 persen
- MK 57,2 persen
- Kejaksaan 58,5 persen
- DPR 56,2 persen
- DPD 53,9 persen
- Partai politik 51,2 persen

Penilaian Terhadap Demokrasi

Peneliti Populi Center Rafif Pamenang mengungkapkan pelaksanaan demokrasi di Indonesia selama ini dinilai berjalan baik.

Data menunjukkan bahwa total sebesar 63,3 persen masyarakat menilai baik (sangat baik 3,9 persen, baik 59,4 persen) pelaksanaan demokrasi di Indonesia, sementara itu yang menilai buruk sebesar 28,1 persen (buruk 24,8 persen, sangat buruk 3,3 persen). Sisa angka sebesar 8,6 persen, masuk kategori tidak tahu atau tidak jawab.

Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu

Lembaga Survei Populi Center melakukan survei terkait masa jabatan Presiden dan penundaan pemilu. Menunjukkan 64,4 persen responden tidak setuju dengan usulan perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi 3 periode.

"Data menunjukkan mayoritas masyarakat sebesar 64,4 persen (tidak setuju 55,1 persen, sangat tidak setuju 9,3 persen) masyarakat tidak menyetujui usulan perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi 3 periode, sedangkan sebesar 27,6 persen (setuju 24,3 persen, sangat setuju 3,3 persen) menjawab setuju atas usulan tersebut. Adapun sebesar 8 persen responden menolak menjawab pertanyaan ini," kata peneliti Populi Center Rafif Pamenang, dalam siaran virtual, Minggu (24/4).

Sedangkan untuk usulan menunda pemilu 2024, sebanyak 74,3 persen tidak setuju usulan penundaan pemilu 2024.

"Pada pertanyaan terkait penundaan pemilu 2024, sebesar 74,3 persen (tidak setuju 67,8 persen, sangat tidak setuju 6,5 persen) masyarakat tidak menyetujui usulan penundaan pemilu 2024, sedangkan 15,6 persen (setuju 14,8 persen, sangat setuju 0,8 persen) menjawab setuju atas usulan tersebut. Adapun sebesar 10,1 persen masyarakat menolak menjawab," ungkap dia.

Pengetahuan Pemilu 2024

Peneliti Populi Center Rafif Pamenang mengungkapkan data menunjukkan 61,8 persen masyarakat telah mengetahui Pemilihan Umum Serentak (Pileg, Pilpres, Pilkada) akan dilaksanakan pada tahun 2024, sementara itu masyarakat yang tidak mengetahui sebanyak 38,2 persen.

Pada pertanyaan lain, jumlah masyarakat yang menyatakan akan menggunakan hak pilihnya pada pemilu serentak 2024 mendatang cukup besar yakni sebesar 96,8 persen. Adapun sebesar 0,7 persen menyatakan tidak akan menggunakan hak pilihnya, sebesar 2,4 persen menjawab belum memutuskan, dan sebesar 0,1 persen menolak menjawab pertanyaan ini.

Ambang Batas Pencalonan

Peneliti Populi Center Rafif Pamenang mengungkapkan data menunjukkan mayoritas masyarakat sebesar 47,2 persen masyarakat tidak setuju jika ambang batas pencalonan Presiden dihapuskan, sedangkan yang menjawab setuju sebesar 25,3 persen. Adapun masyarakat yang mengaku tidak memahami pertanyaan tersebut sebesar 21,6 persen dan menolak menjawab sebesar 5,9 persen.

Latar Belakang Suku Capres

Peneliti Populi Center Rafif Pamenang mengungkapkan ketika masyarakat ditanya apakah setuju atau tidak setuju apabila suku yang berasal dari luar Jawa menjadi Presiden Indonesia, masyarakat menjawab setuju sebesar 68,4 persen (sangat setuju sebesar 6,2 persen, setuju sebesar 62,2 persen), kurang setuju sebesar 14,6 persen, dan tidak setuju sebesar 11 persen. Adapun sebesar 6 persen menjawab tidak tahu/tidak jawab.

Popularitas dan Akseptabilitas 15 Tokoh

Lembaga dan penelitian dan survei, Populi Center menyelenggarakan survei nasional pada tanggal 21 hingga 29 Maret 2022, dengan tema Dinamika politik jelang pemilu 2024.

Peneliti Populi Center, Rafif Pamenang Imawan dalam paparannya menyampaikan hasil temuan bahwa Prabowo Subianto tokoh yang paling banyak dikenal publik dengan 92,3 persen.

“Terkait dengan keterkenalan tokoh-tokoh, Prabowo Subianto menjadi tokoh yang paling banyak dikenal/populer dengan 92,3 persen, disusul Sandiaga Salahuddin Uno (78,5 persen), Anies Baswedan (78,1 persen), Ganjar Pranowo (65,4 persen), Puan Maharani (63,3 persen), Ridwan Kamil (62,8 persen),” kata Rafif dalam rilis daring, Minggu (24/4/2022).

Sementara terkait subjek tokoh yang paling banyak disukai, Prabowo juga memimpin dengan raihan 70,6 Persen.

“Mayoritas masyarakat menyatakan Prabowo Subianto menjadi tokoh yang paling banyak disukai dengan 70,6 persen. Disusul Sandiaga Salahuddin Uno (65,1 persen), Anies Baswedan (58,7 persen), Ganjar Pranowo (54 persen), Ridwan Kamil (51,6 persen),” kata dia.

Top Of Mind: Elektabilitas Capres jika Pemilu Dilakukan Hari Ini

Lembaga Survei Populi Center masih mendapati Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi top of mind atau menjadi calon presiden. Hal itu didapat saat melakukan pertanyaan terbuka terhadap 1.200 responden dan hasilnya 15,5 persen masih memilih Jokowi jika pemilihan presiden dilakukan hari ini.

"Pertanyaan terbuka, mayoritas responden menjawab Joko Widodo sebagai sosok paling dipilih sebagai Presiden apabila pemilu diadakan hari ini dengan persentase 15,5 persen," kata peneliti Populi Center Rafif Pamenang, dalam siaran virtual, Minggu (24/4).

Rafif menjelaskan tingkat keterpilihan Jokowi dari 2019 hingga kini mengalami penurunan. Pada November 2019, Jokowi memiliki elektabilitas 49,3 persen, kemudian pada 2020 elektabilitasnya menurun menjadi 18,6 persen.

"Pada 2019 terpilih menjadi dua kalinya. Kemudian menurun. Secara sadar publik secara sadar mengetahui bahwa kemudian harus ada kepemimpinan, dari sini dilihat dari tingkat kepuasannya juga," bebernya.

Sementara itu, disusul Prabowo Subianto yaitu 13,4 persen, Ganjar Pranowo 11,6 persen, Anies Baswedan 7,2 persen, serta Sandiaga Salahuddin Uno dan Ridwan Kamil dengan masing-masing 2,2 persen.

"Untuk 20 nama yang mendapatkan persentase di bawah 2 persen, terdapat nama Agus Harimurti Yudhoyono dengan 1,1 persen, disusul Tri Rismaharini (0,8 persen), Puan Maharani (0,7 persen), Susilo Bambang Yudhoyono (0,6 persen), Erick Thohir (0,4 persen), dan Basuki Tjahaja Purnama (0,4 persen). Adapun nama lain mendapatkan persentase di bawah 0,4 persen," imbuhnya.

Top Of Mind: Elektabilitas Cawapres jika Pemilu Dilakukan Hari Ini

Peneliti Populi Center Rafif Pamenang mengungkapkan Sandiaga Salahuddin Uno menjadi tokoh yang paling banyak dipilih oleh masyarakat sebagai Wakil Presiden apabila pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan hari ini dengan 16,6 persen.

Disusul Anies Baswedan (8,6 persen), Erick Thohir (5,8 persen), Ridwan Kamil (5 persen), Ganjar Pranowo (5 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (3,8 persen), Prabowo Subianto (3,7 persen), dan Basuki Tjahaja Purnama (3,6 persen). Adapun tokoh-tokoh lain mendapatkan persentase di bawah 3 persen.

Simulasi 10 Tokoh Calon Presiden

Lembaga dan penelitian dan survei, Populi Center menyelenggarakan survei nasional pada tanggal 21 hingga 29 Maret 2022, dengan tema Dinamika politik jelang pemilu 2024.

Peneliti Populi Center, Rafif Pamenang Imawan menyampaikan hasil temuan bahwa elektabilitas Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo teratas dengan raihan 24 persen.

“Pada pertanyaan tertutup simulasi sepuluh tokoh untuk menjadi Presiden, mayoritas masyarakat memilih sosok Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo yang memiliki elektabilitas tertinggi dengan persentase masing-masing sebesar 24 persen. Tokoh berikutnya yang paling banyak diharapkan adalah Anies Baswedan (12,1 persen), Sandiaga Salahuddin Uno (6,3 persen), Ridwan Kamil (5 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (4 persen), Puan Maharani (2,4 persen), Andika Perkasa (1,4 persen), Erick Thohir (1,3 persen), dan Airlangga Hartarto (0,9 persen),” kata Rafif dalam keterangannya, Minggu (24/4/2022).

Terkait dengan peta politik di tahun 2024, Rafif menjelaskan dari aspek perilaku pemilih, masyarakat tidak mempersoalkan latar belakang suku calon presiden. Sehingga Sosok Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan menjadi tiga kandidat kuat, berdasarkan pertanyaan terbuka dan simulasi 10 tokoh.

“Meski demikian peta politik masih terbuka, sebab masih cukup banyak masyarakat yang belum mengetahui pelaksanaan pemilu serentak di tahun 2024, serta masih banyak masyarakat yang belum memutuskan/menolak menjawab dalam pertanyaan terkait elektabilitas. Di luar ketiga nama tersebut, terdapat nama-nama lain yang patut diperhitungkan, antara lain Sandiaga Salahuddin Uno, Ridwan Kamil, dan Erick Thohir,” jelasnya.

Dukungan Terhadap Menteri Jokowi untuk jadi Presiden 2024

Lembaga dan penelitian dan survei, Populi Center menyelenggarakan survei nasional pada tanggal 21 hingga 29 Maret 2022, dengan tema Dinamika politik jelang Pemilu 2024. Hasil survei menemukan bahwa dari empat menteri berpeluang menjadi calon presiden pada tahun 2024, Menhan Prabowo Subianto unggul 37,1 persen dibandingkan tiga menteri lainnya.

Prabowo mengungguli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Menteri yang berpeluang menjadi calon presiden pada tahun 2024, Prabowo Subianto unggul dengan 37,1 persen, disusul oleh Sandiaga Salahuddin Uno (23 persen), Erick Thohir (8 persen), dan Airlangga Hartarto (2,3 persen)," kata Peneliti Populi Center Rafif Pamenang Imawan dalam keterangannya, Minggu (24/4).

Sementara terkait calon wakil presiden idaman, mayoritas memilih Sandiaga Uno. Mayoritas masyarakat memilih Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Wakil Presiden apabila pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan hari ini dengan persentase 16,6 persen.

"Disusul Anies Baswedan (8,6 persen), Erick Thohir (5,8 persen), Ridwan Kamil (5 persen), Ganjar Pranowo (5 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (3,8 persen), Prabowo Subianto (3,7 persen), dan Basuki Tjahaja Purnama (3,6 persen)," ujar Rafif.

Elektabilitas Parpol jika Pemilu Legislatif Diadakan Hari Ini

Peneliti Populi Center Rafif Pamenang mengungkapkan hasil temuan survei kali ini, data menunjukkan terdapat 6 partai yang mendapat persentase elektabilitas di atas 4 (empat) persen, yakni PDIP dengan 19,3 persen, disusul Gerindra (11,6 persen), Golkar (11,3 persen), PKB (6,8 persen), Demokrat (6,7 persen), dan PKS (5,1 persen).

Adapun partai lainnya mendapatkan angka di bawah 4 persen, yakni PPP dengan 3,5 persen, disusul Nasdem (3,1 persen), PAN (2,5 persen), Perindo (1,3 persen), Hanura (0,5 persen), Partai Garuda (0,3 persen), PSI (0,3 persen), PBB (0,3 persen), Berkarya (0,3 persen), dan Partai Ummat (0,2 persen). Adapun tidak ada responden yang memilih PKPI dan Gelora dalam survei kali ini. Sisa angka masuk dalam kategori tidak tahu/tidak jawab.

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.