LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Hari Tani 2025, PDIP Serukan Perlindungan Lahan Subur dan Kesejahteraan Petani

"Bung Karno dulu mengingatkan, pangan ini mati hidupnya negeri. Kalau petani tak sejahtera, bangsa bisa gagal," kata Komisi IV DPR, Rokhmin Dahuri.

Rabu, 24 Sep 2025 11:37:00
hari tani
Hari Tani 2025, PDIP Serukan Perlindungan Lahan Subur dan Kesejahteraan Petani (merdeka.com)
Advertisement

DPP PDI Perjuangan (PDIP) menegaskan bahwa pangan merupakan persoalan hidup-mati bangsa. Karena itu, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan wajib memastikan kesejahteraan petani.

Hal tersebut disampaikan dalam rangka peringatan Hari Tani Nasional, ketika Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDIP yang juga anggota Komisi IV DPR, Rokhmin Dahuri, berdialog dengan kelompok petani di Desa Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/9).

“Salam dari Ibu Megawati Soekarnoputri untuk keluarga besar petani. Bung Karno dulu mengingatkan, pangan ini mati hidupnya negeri. Kalau petani tak sejahtera, bangsa bisa gagal,” kata Rokhmin.

Redistribusi Lahan dan Perlindungan Petani

Hasto Kristiyanto menekankan bahwa sektor pertanian erat kaitannya dengan tanah, air, benih, dan sinar matahari. Ia menegaskan pentingnya redistribusi lahan untuk memastikan petani memiliki lahan minimal 1,5 hektare.

Advertisement

“Kalau tanahnya tidak cukup, pemerintah pusat, daerah, dan DPR harus hadir. Redistribusi lahan negara harus dilakukan agar petani penggarap punya tanah sendiri, bukan sekadar buruh tani atau penggarap lahan industri,” ujarnya.

Hasto juga mengingatkan agar lahan pertanian subur tidak dikonversi menjadi kawasan industri.

Advertisement

“Kalau lahan pertanian hilang, pangan kota pun terancam. Arahan Ibu Megawati jelas, lahan subur harus dipertahankan. Kita harus perkuat organisasi petani agar siapapun yang hendak memotong jatah pupuk, benih, solar, atau air, dihadapi bersama sebab hukum harus ditegakkan,” tegasnya.

Aspirasi Petani di Bekasi

Dalam dialog tersebut, petani menyampaikan sejumlah keluhan. Ibu Ani meminta agar harga beras dijaga minimal Rp12 ribu per liter agar terjangkau.

Kelompok Tani Kramat Kaya II menyoroti kerusakan pintu air, sementara Pak Asep dari Desa Sukawerta mengeluhkan saluran irigasi yang tak kunjung dinormalisasi sehingga kerap memicu gagal panen.

Menjawab aspirasi itu, Bupati Bekasi Ade Kuswara menegaskan komitmen pemerintah daerah menjadikan Bekasi sebagai lumbung pangan berkelanjutan.

“Kami akan menertibkan bangunan liar untuk normalisasi sungai. Dalam RPJMD, pertanian menjadi prioritas, termasuk alokasi jaminan sosial untuk keluarga petani,” jelasnya.

Revisi UU Pangan dan Dukungan Pusat

Rokhmin Dahuri menambahkan, revisi UU Pangan saat ini sedang digodok untuk memperkuat perlindungan petani dan nelayan.

Ia menilai, komitmen PDIP sejalan dengan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa pangan adalah urusan hidup-mati bangsa.

Advertisement

“Kalau pertanian gagal dan petani tidak sejahtera, negara bisa gagal. Karena itu, normalisasi saluran air harus segera ditangani. Kalau APBD tak mampu, kami akan perjuangkan dukungan dari pusat. Ini bagian dari tanggung jawab kita bersama,” tegas Rokhmin.

Berita Terbaru
  • Perkins International Gelar Lokakarya Inklusif di Banyuwangi, Dorong Pengembangan Anak Usia Dini
  • Peneliti Unej Ungkap Tanaman Endemik Kalimantan Efektif Turunkan Gula Darah, Harapan Baru Atasi Diabetes
  • Dorong Pertumbuhan, Pemerintah Buka Peluang Kerja Sama Pengembangan Pariwisata Premium Indonesia
  • Inflasi Kaltim Mei 2026 Terkendali di Angka 0,17 Persen, Transportasi Jadi Pemicu Utama
  • Dharma Pongrekun Desak MK Tinjau Ulang UU Kesehatan Demi Kedaulatan Bangsa
  • berita update
  • hari tani
  • hari tani nasional
  • hari tani nasional 2025
  • liputan6
  • pdip
Artikel ini ditulis oleh
Editor Fauzan Jamaludin
D
Reporter Delvira Hutabarat
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.