LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Hari Kartini, Cawagub NTT minta tak terjebak pemikiran wanita tak bisa memimpin

Cawagub NTT nomor urut 2, Emelia J Nomleni, memaknai Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April sebagai sebuah spirit. Perjuangan yang dilakukan Kartini pada zamannya menjadi energi bagi kaum perempuan saat ini untuk terus memperjuangkan emansipasi.

2018-04-20 23:22:00
Pilgub NTT
Advertisement

Cawagub NTT nomor urut 2, Emelia J Nomleni, memaknai Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April sebagai sebuah spirit. Perjuangan yang dilakukan Kartini pada zamannya menjadi energi bagi kaum perempuan saat ini untuk terus memperjuangkan emansipasi.

"Memang ada banyak perempuan lain yang berbuat dalam masa perjuangan. Tapi Kartini, kalau mau, bisa saja tidak berbuat apa-apa karena dirinya lahir dari kalangan priayi. Sebenarnya bisa saja dia tidak perlu memikirkan orang lain, karena hidupnya berbeda dengan perempuan lain. Bagi saya itulah pembeda dan menjadi sebuah spirit," kata Emelia di Kupang, melalui keterangan tertulis, Jumat (20/4).

Menurut Mama Emi, sapaan akrabnya, harus diakui saat ini telah ada kemajuan-kemajuan dalam hal emansipasi perempuan, termasuk di NTT. Hanya saja, belum maksimal lantaran masih terlalu kuatnya pemikiran patriarki dalam budaya di NTT.

Advertisement

"Sehingga kita terjebak dalam pemikiran bahwa perempuan tidak mampu, perempuan tidak bisa memimpin, tidak berkualitas. Yang paling utama, orang bilang perempuan itu tidak kuat dan lemah," katanya.

Mama Emi mengatakan, kaum lelaki terkadang mengakui perempuan mampu melakukan sesuatu, namun masih ada ruang untuk selalu membandingkan kekuatan seorang laki-laki dengan seorang perempuan.

"Dan itu yang melemahkan kerja dan perjuangan perempuan. Karena pendekatan dan perjuangan perempuan itu berbeda dengan laki-laki. Pendekatan perempuan itu lebih lembut, lebih teliti," ujar pasangan Marianus Sae ini.

Advertisement

Bagi Mama Emi, adalah tugas masyarakat untuk selalu memberikan ruang pada perempuan. Ruang itu, lanjut dia, harus ada dalam kesadaran penuh dan keikhlasan.

"Kadang-kadang orang memberikan ruang (pada perempuan) tapi kurang ikhlas," ujar aktivis perempuan pendiri Perkumpulan Relawan CIS Timor ini.

Dalam politik, Mama Emi mengakui ruang untuk perempuan, sudah cukup terbuka. Dalam hal ini, dia justru memberikan otokritik pada perempuan yang masih menganggap politik sebagai kerjaan sampingan.

"Pekerjaan-pekerjaan seperti ini tidak boleh dianggap sebagai pekerja sampingan. Dalam dunia politik, mari kita bekerja secara full di situ," ujarnya.

Bagi Mama Emi, bekerja secara penuh di politik bukan berarti meninggalkan pekerjaan-pekerjaan dalam keluarga. Tetapi, setiap kerja-kerja politik harus dijalankan dengan serius dan kesungguhan oleh perempuan.

"Ketika kita masuk (politik) dan tidak serius, kita akan kesulitan. Tapi pada intinya ruang itu sudah terbuka, dan kita harus serius mengambil posisi," tegas Mama Emi.

Baca juga:
Bertemu Gus Ipul, Qomar petani melon Difabel Lamongan minta alat penghancur Tanah
Nyekar ke Rembang, Puti Guntur: Kartini inspirasi bagi perempuan
Debat dengan Sudirman Said, Ganjar sebut 'Tidak ingat boleh, ngawur jangan'
Ida Fauziyah tanya pesantren tak dibantu, Gus Yasin singgung soal izin
Wasekjen Demokrat sebut koalisi di Pilpres ditentukan usai Pilkada Serentak
PDIP: Djarot-Sihar menang, Jokowi makin kuat di Pilpres 2019
Di Lamongan, Gus Ipul panen melon bareng petani difabel

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.