LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Hanura malu-malu bicara mundurnya Moeldoko dan isu cawapres Jokowi

"Semua masih cair dan masih memungkinkannya," kata Inas.

2018-07-04 06:02:00
Moeldoko
Advertisement

Keputusan Jenderal (Purn) TNI Moeldoko mundur dari Partai Hanura menimbulkan tanda tanya. Kemunduran Moeldoko disebut-sebut lantaran tengah dipersiapkan menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo di Pemilu 2019.

Partai Hanura masih malu-malu mengakui Moeldoko sedang dilirik menjadi Cawapres. Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir mengatakan peluang Moeldoko maju sebagai cawapres masih terbuka lebar.

"Semua masih cair dan masih memungkinkannya," kata Inas saat dihubungi merdeka.com, Rabu (3/7).

Advertisement

Sejauh ini, kata Inas, belum ada dorongan dari kader agar Moeldoko maju sebagai Cawapres Jokowi. Apalagi, Hanura telah mengambil kebijakan untuk menyerahkan urusan Cawapres kepada Jokowi.

"Karena kita menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi," klaim Inas.

Di Hanura, keputusan soal arah koalisi dan dukungan kepada calon Presiden dan Wakil Presiden harus diputuskan di dalam forum Rapimnas partai.

Advertisement

"Kebijakan Presiden Wakil Presiden tentunya akan dibicarakan dalam Rapimnas," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Hanura I Gede Pasek Suardika mengkonfirmasi bahwa Moeldoko belum menyerahkan surat pengunduran diri ke DPP Partai Hanura. Dia mengaku belum mengetahui alasan sebenarnya di balik mundurnya eks Panglima TNI itu dari Hanura.

"Belum ada surat resmi yang masuk ke DPP," terang Pasek.

Berbeda dengan dua pengurusnya, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang Hanura tidak menampik isu tersebut.

"Kok anda tahu ya? Kalau anda sudah tahu, makanya kita lepas Moeldoko secara murni," kata OSO.

Parpol lain juga melihat gelagat yang sama. Dalam politik semua bisa terjadi. Ketua DPP PAN Yandri Susanto melihat semua arah politik Pilpres masih mungkin terjadi. Dia yakin Moeldoko akan menerima jika dipinang menjadi pendamping Jokowi.

"Kalau itu mah semuanya masih mungkin termasuk koalisi. Moeldoko kalau mau merapat Jokowi juga bagus. Tapi apakah Jokowi mau atau partai koalisi mau kan itu jadi masalah. Kalau Pak Moeldoko itu saya yakin mau jadi wapres Jokowi," ucapnya.

Baca juga:
Kasak kusuk cawapres Jokowi di balik mundurnya Moeldoko dari Hanura
OSO sebut Moeldoko sudah pamit mundur dari Hanura
Moeldoko tegaskan Kantor Staf Kepresidenan tak terlibat politik praktis

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.