LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Hanura: Gatot cium tangan, SBY tak mungkin berpaling dari AHY

Inas meyakini, Gatot tidak akan mendapatkan tiket maju 'nyapres' dari Demokrat.

2018-06-03 15:00:00
Gatot Nurmantyo
Advertisement

Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menduga cium tangan yang yang dilakukan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo kepada Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempunyai motif politik. Tujuannya agar SBY dan Demokrat mendukung Gatot untuk menjadi Calon Presiden di Pemilu Serentak 2019.

"Ketika Gatot Nurmantyo punya ambisi ingin nyapres lalu cium tangan SBY yang notabene adalah Ketum Partai Demokrat, maka bisa diduga bahwa itu adalah 'cium tangan plus-plus' alias cium tangan politis," kata Inas saat dihubungi merdeka.com, Minggu (3/5).

"Dimana Gatot Nurmantyo ngarep.com agar SBY mau ngusung dia untuk nyapres," sambungnya.

Advertisement

Inas meyakini, Gatot tidak akan mendapatkan tiket maju 'nyapres' dari Demokrat. Sebab, Demokrat tengah berupaya mencalonkan Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pemilu 2019.

"Mosok SBY enggak konsisten? Bukankah dia sudah menggadang-gadang AHY untuk nyapres? Enggak mungkin lah dialihkan ke Gatot Nurmantyo," tandas Inas.

Sebelumnya diberitakan, Gatot Nurmantyo menghadiri acara buka puasa bersama di rumah Mantan Menko Perekonomian, Chairul Tanjung di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5) kemarin. Dalam acara tersebut, Gatot mencuri perhatian ketika terlihat mencium tangan Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Advertisement

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachlan Nasidik menilai aksi cium tangan itu menunjukkan Gatot mengakui SBY memiliki peran penting dalam mengubah konstalasi di Pemilu Serentak 2019 mendatang.

"Secara politik artinya Pak Gatot mengakui kewaskitaan Pak SBY, khususnya peran penting Pak SBY dalam ikut menentukan percaturan politik aktual serta kontestasi di 2019 nanti," kata Rachlan.

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.