Gusur patung dewa, pembangunan patung Soekarno di Bali diprotes
"Apalagi patung (Dewa) sangat sakral itu dipotong-potong begitu saja di tengah jalan," kata seniman Bali Nyoman Gunarsa.
Maestro seni lukis Nyoman Gunarsa memprotes pembangunan patung Soekarno di perempatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, karena tidak sesuai dengan etika dan estetika.
"Di perempatan itu cocoknya patung dewa," katanya saat ditemui di bengkel seninya di Semarapura, Kabupaten Klungkung, Jumat (14/2).
Seperti diberitakan Antara, menurut dia, pembangunan patung Soekarno yang menggusur patung Dewa Wisnu di perempatan Kediri itu melukai hati umat Hindu di Bali.
"Apalagi patung yang sangat sakral itu dipotong-potong begitu saja di tengah jalan. Tentu hal ini sangat menyakitkan," kata pemilik museum seni lukis Gunarsa itu.
Ia tidak mempersoalkan pembangunan patung Soekarno itu, asalkan dibuatkan tempat tersendiri, bukan menggusur patung yang sudah ada.
"Saya ini pengagum Bung Karno. Tapi saya sedih kalau penghargaan terhadap Bung Karno seperti itu," kata Gunarsa.
Apalagi bentuk patung Soekarno yang dibangun Pemerintah Kabupaten Tabanan itu duduk. "Seharusnya berdiri karena posisinya di tengah perempatan," kata mantan dosen ISI Yogyakarta itu.
Oleh sebab itu, dia meminta Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mempertimbangkan unsur etika dan estetika patung Proklamator RI itu.
Baca juga:
Fakta 28 logam mirip emas batangan diyakini milik Bung Karno
Ini logam mirip emas Bung Karno yang bikin geger warga
28 Logam mirip emas bergambar Soekarno ditemukan di pertapaan
28 Batang logam mirip emas ada gambar Bung Karno, Garuda & Naga
28 Logam mirip emas diyakini harta Bung Karno gegerkan warga