Gus Ipul ajak orang tua perkuat pendidikan agama anak di luar jam sekolah
"Kita tidak bisa mengandalkan pendidikan agama di sekolah umum yang hanya 3-4 jam selama satu minggu," ungkapnya.
Pendidikan agama sangat penting untuk menumbuhkan karakter dan spiritual seseorang, apalagi pendidikan agama itu dilakukan sejak masih anak-anak.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mengajak semua orang tua untuk memperkuat pendidikan agama kepada anak sejak usia dini. Pendidikan agama itu, ujar Gus Ipul, bisa dilakukan di luar jam pendidikan formal, yakni melalui Madrasah Diniyah.
"Perkuat pendidikan anak kita, melalui pendidikan non formal," ajak Gus Ipul, sapaan akrabnya, ketika menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Pondok Madrosatil Qur'an As-Saadah, Desa Ponokawan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (14/1) dini hari.
Menurut Gus Ipul, para orang tua tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan agama di sekolah formal saja. Sebab, pelajaran agama di pendidikan formal terbatas dengan waktu.
"Kita tidak bisa mengandalkan pendidikan agama di sekolah umum yang hanya 3-4 jam selama satu minggu," ungkapnya.
Oleh sebab itu, menurut Gus Ipul, selama kepemimpinannya 10 tahun dengan Gubernur Pakde Karwo (Soekarwo) memimpin Jatim mendorong program pendidikan diniyah di setiap kampung yang ada di Jatim.
Bukan hanya mendorong, Pemprov Jatim juga juga memfasilitasi dan memberi bantuan Madin, agar lembaga pendidikan untuk membentuk karakter positig anak bangsa itu terus berlangsung.
"Inilah sebuah ihtiyar. Kami harapkan supaya anak (dengan pendidikan agama) punya pemahaman yang baik, atine beres dan dekat pada Allah SWT," tutup Gus Ipul.
Perlu diketahui, selama kepemimpinan Pakde Karwo-Gus Ipul, memimpin Jawa Timur, mengalokasikan anggaran untuk madrasah diniyah dengan memberikan bantuan Bosda pada siswa Madin, serta memberikan honor kepada guru ngaji.
Bukan hanya itu, sudah ribuan guru madin di kuliahkan ke tingkat strarta satu (S1) untuk meningkatkan kualitas mutu.
(mdk/paw)