'Gus Dur selalu beri jempol ke Khofifah karena pintar, cerdas dan banyak ide'
Masnuh menceritakan pujian Gus Dur kepada Khofifah. Di mata Gus Dur, Khofifah sosok yang enerjik dan banyak ide.
Sosok Khofifah Indar Parawansa begitu istimewa di mata presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur. Bagi Gus Dur, ketua umum PP Muslimat itu adalah Srikandi NU yang cukup enerjik, jujur, dan memiliki ide-ide brilian.
Pandangan Gus Dur itu diungkap mantan Bendahara PBNU yang juga orang dekat Gus Dur, Haji Masnuh. Dia menceritakan, saat masih menjabat Presiden, Gus Dur sering memanggil Khofifah. Masnuh tidak berani mendekat saat Gus Dur berbincang dengan Khofifah. Namun, setelah itu Gus Dur pasti menceritakan pada Masnuh.
"Gus Dur pasti cerita. Khofifah itu kalau ta (saya) lihat-lihat tambah lama tambah pinter Ji, katanya. Tak rasak-rasakno tambah cerdas," cerita Masnuh menirukan Gus Dur kala itu.
Masnuh mengakui, Khofifah adalah salah satu santri yang sangat istimewa di mata cucu pendiri NU, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari itu. Dia tak segan mengakui bahwa Khofifah adalah salah satu muslimat yang disayang Gus Dur. Sebab Khofifah enerjik dan banyak ide.
"Kalau sama Mbak Khofifah itu, Gus Dur selalu acungi jempol,” sambung alumnus Ponpes Tambakberas, Jombang ini.
Masnuh menceritakan pujian Gus Dur kepada Khofifah. "Saya akui ya memang Gus Dur itu: Gak ono lho Muslimat koyok Khofifah Ji. Energik banget dan idenya juga masuk akal gitu. Kalau nyebut nama Khofifah, hampir setiap ada urusan Muslimat mesti Mbak Khofifah yang dibicarakan," kata Masnuh sambil mengutip pujian Gus Dur ke Khofifah.
Tidak heran saat Gus Dur menjabat sebagai Presiden, Khofifah didapuk sebagai salah satu menteri andalannya. "Itu saja, Khofifah enggak tahu kalau akan dijadikan menteri. Karena Gus Dur enggak bilang. Ya begitu itu Gus Dur," ucapnya.
Khofifah tak pernah memperkaya diri
Masnuh melihat kejujuran dalam diri Khofifah selama berkiprah di dunia politik dan pemerintahan. Masnuh tidak pernah melihat Khofifah mengeluh dan meminta bantuan apapun, termasuk masalah dana.
"Ya memang bagaimana ya, orang ini (Khofifah) saya kalau mengatakan, kalau ingin memperkaya diri, jadi menteri dua kali (era Gus Dur dan Jokowi), mestinya sudah kaya toh, tapi hartanya ya cuma segitu. Padahal menteri lho, saya kagum," ucap Masnuh.
Ucapan Masnuh ini merujuk pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 15 Januari 2018. Harta kekayaan Khofifah hanya tercatat Rp 23.552.669.762. Padahal, berdasarkan LHKPN yang dilaporkan KPK pada 13 November 2013, kekayaan Khofifah mencapai Rp 36.383.559.362. Artinya, selama menjabat sebagai Menteri Sosial, kekayaan Khofifah justru merosot hingga Rp 12,8 miliar.
Demi mewujudkan pesan Gus Dur agar membantu Khofifah, Masnuh mengaku akan all out membantu kemenangan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jawa Timur 2018 kali ini. Meski yang akan bertarung di Pilgub Jawa Timur ini adalah dua kader terbaik NU, Masnuh yakin tidak akan terjadi perpecahan di level Nahdliyin.
"Kalau anggota (Nahdliyin), biasanya apa kata kiai. Kalau masalah perpecahan Insya Allah tidak. Biasa itu, yang ruwet-ruwet itu kan kiai-kiai yang di atas, terutama kiai-kiai muda," katanya.
(mdk/noe)