Golkar Ungkap Alasan Dorong Airlangga Capres, Beda dengan Kandidat Lain
Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Sarmuji menilai, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memiliki keunggulan dibanding nama-nama capres lainnya. Menurutnya, keunggulan tersebut berada pada aspek teknokrasi yang sangat kuat melekat pada Airlangga.
Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Sarmuji menilai, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memiliki keunggulan dibanding nama-nama capres lainnya. Menurutnya, keunggulan tersebut berada pada aspek teknokrasi yang sangat kuat melekat pada Airlangga.
"Kenapa Pak Airlangga kita dorong? Pak Airlangga itu punya karakter kemampuan yang Capres lain rasanya nilai keunggulannya masih di bawah Pak Airlangga seperti aspek teknokrasinya itu. Meskipun beliau adalah ketua umum partai. Sangat jarang ketua umum partai, politisi senior yang mempunyai kemampuan aspek teknokratis seperti Pak Airlangga," ujar Sarmuji, dikutip Sabtu (25/6).
Kemampuan teknokrasi yang dimaksud adalah kemampuan menjalankan pemerintahan berdasarkan aspek teknokrat. Sedangkan teknokrat sendiri berarti cendekiawan yang berkiprah dalam pemerintahan.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini meyakini, jika masyarakat nantinya mempercayakan Airlangga menjadi Presiden, maka Airlangga mampu mengatasi segala permasalahan yang ada di negeri ini.
"Tentu tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada ketua partai lain. Tapi Pak Airlangga punya kapasitas sebagai Ketua Umum partai besar nomor dua di Indonesia sekaligus mempunyai kemampuan teknokratis."
"Saya meyakini kalau nanti Pak Airlangga ditakdirkan Tuhan menjadi Presiden, Pak Airlangga bisa menjadi solusi bagi Indonesia. Keruwetan yang selama ini terjadi baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya insyaAllah bisa diatasi dengan kehadiran Pak Airlangga," kata Sarmuji.
Seperti diketahui, Partai Golkar bersama PAN dan PPP telah membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang sudah mengantongi tiket untuk mengusung Capres dan Cawapres pada Pilpres 2024.
Golkar menjagokan Ketua Umumnya yakni Airlangga Hartarto untuk maju menjadi Capres sesuai keputusan Munas Partai Golkar 2019. Golkar optimis Airlangga bisa mengusung Airlangga sebagai Capres.
Sementara PAN mendorong ketumnya Zulkifli Hasan untuk menjadi kandidat capres. Namun, keputusan capres dan cawapres KIB nantinya bakal dibahas bersama antar koalisi.
(mdk/rnd)