LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Golkar sebut penolak Djarot di Mampang bukan warga setempat

DPD Golkar DKI sebut penolak Djarot di Mampang bukan warga setempat. Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DKI Jakarta Donny Tjahja Rimbawan menyayangkan adanya akriditas penolakan dari sekelompok orang saat calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melakukan kunjungan ke wilayah Mampang.

2016-11-15 23:04:00
Djarot Saiful Hidayat
Advertisement

Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DKI Jakarta Donny Tjahja Rimbawan menyayangkan adanya penolakan dari sekelompok orang saat calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melakukan kunjungan ke wilayah Mampang, Jakarta Selatan. Donny menerangkan kehadiran Djarot untuk berkunjung kediamannya di wilayah Mampang.

Namun, secara tiba-tiba ada beberapa orang yang menolak wakil gubernur DKI Jakarta non-aktif tersebut. "Awalnya memang mau ke rumah saya, memang ada yang menolak, tapi itu bukan warga setempat. Warga setempat usir. Saya orang situ jadi tahu kalau mereka bukan warga setempat," ujar Donny, Selasa (15/11).

Dijelaskannya, kehadiran Djarot merupakan undangan dari warga Mampang. Bahkan, antusias warga ingin menyapa Djarot.

"Saya rasa itu sistematis penolakan tersebut. Sebenarnya saat memanas saya sempat bilang ke Djarot untuk menghindar, tapi Djarot tidak mau," jelasnya.

Sementara salah seorang warga yang disapa arip menyesalkan tindakan penolakan terhadap Djarot. Hak itu tidak demokratis dan merusak kedamaian di pilkada. "Saya sesalkan tindakan tersebut. Kalau bisa jangan terjadi lagi deh," terang Arip.

Sebelumnya, Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat sempat ditolak sekelompok orang saat blusukan di Mampang, Jakarta Selatan. "Kami punya hak konstitusi, masyarakat punya hak konstitusi untuk menolak penista agama," ucap salah satu pendemo dengan menggunakan speaker.

Melihat Djarot didemo sekelompok orang yang tidak dikenal, warga sekitar langsung membentuk 'benteng' dan mengusir para pengunjuk rasa itu.

"Itu pendemo bayaran pak, bukan warga sini. Insya Allah warga sini mendukung bapak," teriak warga sekitar.(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.