Golkar minta secepatnya Jokowi isi kursi Menteri ESDM
Mengingat jabatan Menteri ESDM cukup penting dalam mengelola sumber daya alam milik Indonesia.
Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono menilai kekosongan kursi Menteri ESDM yang terlalu lama tak baik. Mengingat jabatan Menteri ESDM cukup penting dalam mengelola sumber daya alam milik Indonesia.
"Memang di satu sisi ada kebutuhan mutlak percepat ambil keputusan siapa Menteri ESDM yang strategis banyak sumber alam kita," kata Agung di DPP Partai Golkar usai melaksanakan salat Idul Adha 1437 Hijriah, Senin (12/4).
Terkait status kewarganegaraan Arcandra yang telah menjadi WNI dan dikabarkan akan kembali menduduki kursinya lagi, dia menyerahkan pada Presiden Jokowi sepenuhnya.
"Soal itu dikembalikan kepada hak prerogatif presiden, masukan pro dan kontra biasa, sesedikit mungkin jadi beban pemerintah," ujar Agung.
Lebih jauh dia mengaku tak ingin mencampuri yang bukan menjadi haknya. "Saya tak mencampuri kalau sudah ditetapkan menyerahkan sepenuhnya ke beliau" ucapnya.
Agung menduga soal kembalinya Arcandra sebagai WNI merupakan spekulasi saja. Banyak kemungkinan pasca Arcandra kembali jadi WNI. Dia bisa menjadi menteri lagi atau ditempatkan di posisi yang lain.
"Mungkin Presiden Jokowi punya pandangan lain. Bisa ditempatkan bukan di tempat yang sama meskipun itu hak beliau. Arcandra bisa pada posisi apapun," ujar. Agung.
Sementara itu, saat ditanya komunikasi politik yang dibangun partainya dengan Presiden Jokowi terkait kursi kosong menteri ESDM, Agung enggan berkomentar banyak. Sebab kata dia itu bukan bagian yang bisa dia komentari.
"Itu ke Pak Novanto saja, saya tidak etis mengatakan itu," pungkasnya.
Baca juga:
Refly Harun: Arcandra Tahar bisa kembali jadi menteri
Soal pertemuan dengan Luhut, Ahok sebut mau dijadikan menteri ESDM
Soal kabar kembali jadi menteri ESDM, ini respons Arcandra Tahar
5 Pro kontra wacana kembalinya Arcandra Tahar ke kursi menteri ESDM
Sinyal kuat Arcandra masuk kembali jadi menteri Jokowi