Golkar investigasi kader muda yang ogah dukung Ahok-Djarot
Golkar investigasi kader muda yang ogah dukung Ahok-Djarot. Koordinator Bidang Polhukam DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan pihaknya sedang melakukan investigasi terhadap sejumlah nama yang disebut menolak mendukung Ahok-Djarot. Dari informasi yang beredar, katanya, ada sekitar 230 kader muda berbeda sikap.
Keputusan Partai Golkar untuk mengusung pasangan Basuki T Purnama dan Djarot Saiful Hidayat tampaknya tidak diamini seluruh kader. Partai Golkar mengakui sejumlah kader disebut-sebut berbeda sikap soal dukungan terhadap Ahok-Djarot.
Koordinator Bidang Polhukam DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan pihaknya sedang melakukan investigasi terhadap sejumlah nama yang disebut menolak mendukung Ahok-Djarot. Dari informasi yang beredar, katanya, ada sekitar 230 kader muda berbeda sikap dengan partai.
"Sekarang kita sedang menginvestigasi, tadi saya mengundang DKI, kemudian dari pemenangan pemilu. Itu kan kita lihat berita sampai kemarin itu ada 100, kemudian tadi sudah tambah 230," kata Yorrys saat dihubungi merdeka.com, Rabu (28/9).
Penolakan dukungan kepada Ahok, katanya, sebagian besar dari kader-kader muda. Pihaknya akan terus mengusut kader-kader muda yang diduga menginisiasi penolakan tersebut. Tetapi, Yorrys menyebut sebagian kader telah dikonfirmasi dan membantah tudingan tersebut.
"Gini kita tadi baru rapat itu, dinamika yang berkembang terhadap politik ini ada teman-teman, kader-kader muda yang menyatakan bahwa menolak Ahok," terangnya.
Menurut Yorrys, perbedaan sikap soal dukungan kepada paslon adalah hal biasa. Namun, tidak etis jika perbedaan sikap itu dipublikasi melalui media sosial. Dia menegaskan keputusan mengusung Ahok-Djarot harus diikuti oleh seluruh kader.
"Dalam proses suka tidak suka itu biasa dan apabila telah menjadi keputusan wajib hukumnya untuk dilaksanakan. Bukan karena datang, terus setuju terus curhat di sosmed seperti sekarang, itu tidak bagus," tegasnya.
Sebelumnya diketahui, sejumlah kader Partai Golkar disebut-sebut berbeda sikap soal dukungan yang diberikan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI 2017. Kabar itu dibenarkan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham
Idrus menegaskan, keputusan mengusung Ahok dan Djarot harus dipatuhi oleh seluruh kader. Bila ada yang tak menyetujui, Idrus menegaskan, kader tersebut akan diberikan sanksi.
"Kalau ada antara kita tak mengikuti kebijakan, seperti DKI kemarin, kita mencalonkan Ahok-Djarot ada satu dua kader mendukung lain, kita jalankan penegakan disiplin," kata Idrus di sela-sela Pertemuan Nasional legislatif dan eksekutif Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (27/9).
Namun, Idrus enggan mengungkapkan siapa kader yang tak mendukung Ahok dan Djarot tersebut. Dia hanya menegaskan kader tersebut akan terlebih dahulu mendapatkan teguran. Jika tak diindahkan, maka kader tersebut akan mendapatkan sanksi yang lebih tegas.
"Hingga sampai tak diindahkan Partai Golkar akan ambil kebijakan tegas," ujarnya.(mdk/hhw)