Golkar harus diselamatkan dan ganti kepemimpinan
Munculnya Poros Muda Partai Golkar menjadi bukti partai berlambang pohon beringin itu mulai tak solid.
Ketua DPP Golkar, Yorrys Raweyai, memandang konflik internal partainya merupakan kepanikan. Menurutnya, kekuasaan partai yang dipimpin Aburizal Bakrie (ARB) ini harus segera diganti.
"Belakangan ini, DPP Golkar terkesan panik sampai terjadinya reposisi. Maka itu kepemimpinan Golkar saat ini perlu diganti apalagi mendekati Munas (musyawarah nasional)," kata Yorrys saat jumpa pers di restoran bilangan SCBD Sudirman, Jakarta, Senin (22/9).
Menurutnya, kemunculan Poros Muda Partai Golkar karena melihat partai berlambang pohon beringin itu mulai tak solid. Akibatnya kaum muda partainya banyak yang resah.
"Permasalahan-permasalahan partai Golkar yang akibatnya terjadi kekecewaan, sampai berakhir pemecatan hingga koalisi merah putih. Ini membuat keresahan poros mudanya. Kebijakan-kebijakan yang diambil DPP Golkar tidak menyimak atau memahami mendalam kajian tentang aspirasi. Saya selaku ketua bidang pemuda, Golkar ini perlu penyelamatan partai," ujarnya.
Penyelamatan itu, kata Yorrys, terkait harus adanya regenerasi kepemimpinan. Maka itu, dirinya mendukung majunya poros muda sebagai pengganti.
"Poros muda sebagai pelanjut, mereka resah gelisah, dan harus dilakukan perubahan. Mari kader-kader Golkar menjaga kesolidan partai," terangnya.
Poros Muda Partai Golkar saat ini digawangi oleh Agus Gumiwang Kartasabsmita, Poempida Hidayatullah, Andi Sinulingga, Indra Piliang dkk. Mereka merupakan kader yang dipecat oleh ARB.(mdk/lia)