LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Golkar harap jatah kursi menteri lebih besar jika tak dapat Cawapres Jokowi

Agung harap Golkar dapat kursi menteri lebih besar jika tak Cawapres Jokowi. Agung ingin Golkar mendapatkan jatah yang besar di kabinet pada periode 2019-2024, ketimbang periode sebelumnya. Sebab, pada 2019 nanti, Golkar jelas mendukung koalisi pemerintah sejak awal.

2018-03-23 17:46:12
Agung Laksono
Advertisement

Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono berharap porsi kabinet lebih besar untuk Golkar apabila tidak mendapatkan kursi Cawapres. Golkar ingin mendapatkan timbal balik atas dukungannya terhadap Joko Widodo sebagai konsekuensi logis berkoalisi.

"Kita tentu berharap apabila kita memenangkan Jokowi dengan wakilnya tentu kita berharap punya hak kursi yang cukup. Apalagi kita berbeda dari lima tahun yang lalu. Sudah dari awal. Pertama kali partai yang mendukung Jokowi adalah Golkar," ujar Agung ditemui saat Rakernas Golkar di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Jumat (23/3).

Dia menambahkan Golkar langsung tancap gas galang dukungan kepada Jokowi dengan relawan Gojo(Golkar Jokowi)-nya. "Tidak hanya omdo. Kita bentuk kelompok-kelompok di masyarakat, ada Gojo dan lain lain yang sifatnya menghimpun sukarelawan untuk mendukung Jokowi," sambungnya.

Advertisement

Agung ingin Golkar mendapatkan jatah yang besar di kabinet pada periode 2019-2024, ketimbang periode sebelumnya. Sebab, pada 2019 nanti, Golkar jelas mendukung koalisi pemerintah sejak awal.

"Jauh jauh lebih baik. Wajar dong kalau mendapat posisi. Meskipun kita sadar bahwa presidennya bukan dari partai Golkar," kata Agung.

Menurut dia, hal ini merupakan keharusan apabila nanti Jokowi kembali maju periode. Mantan ketua DPR ini tidak mau Golkar menang dengan tangan kosong.

Advertisement

Pada Rakernas ini, beberapa kader Golkar juga menyerukan pertanyaan kepada para elite apa yang pihaknya bisa dapat dalam koalisi dengan Jokowi. Sebab sampai detik ini, Jokowi belum mendeklarasikan cawapresnya, begitu juga dengan Golkar belum resmi mendorong kadernya menjadi cawapres dari Golkar.

"Ya itu harus (kursi kabinet). Kalo tidak ya kita tidak dapat apa-apa, masa tidak dapat apa-apa," kata dia.

Meski begitu, Agung ingin tetap mendorong ada kader Golkar yang maju mendampingi Jokowi. Saat ini kader paling kuat adalah Ketum Airlangga Hartarto. Namun dia tidak menutup kader lain jika berpotensi.

"Tapi yang terbaik adalah dari kader partai Golkar. Kita belum menyatakan terbuka untuk Ketum pak Airlangga. Tapi begitu juga yang lain. Kita belum tau karena belum dibahas. Tapi ya terbuka aja, nanti mereka bergerak sendiri," tukasnya.

Baca juga:
Airlangga politisi teknokrat bisa diperhitungkan jadi Cawapres Jokowi
Puan sebut nama-nama bakal Cawapres Jokowi sudah di tangan Megawati
Gandeng santri milenial bisa bantu Jokowi tepis isu SARA di 2019
Rakernas Golkar bisa jadi ajang deklarasi Airlangga cawapres Jokowi
'Golkar harus serius memikirkan kadernya untuk menjadi cawapres'
JK bicara soal Jokowi nyaman dengan kader Golkar & peluang Airlangga di Pilpres

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.