Golkar dukung Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi segera tentukan sikap
Saat didesak sikap apa yang bakal diambil, Ketua DPD Partai Golkar Jabar tersebut masih belum mau membocorkannya.
Dedi Mulyadi segera menentukan sikap atas langkah politik yang diambil DPP Partai Golkar yang justru mendukung lawan politiknya, Ridwan Kamil di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Saat ini pihaknya masih berkonsolidasi dengan pengurus partai tingkat Jabar.
"Mungkin hari Senin saja ya. Nanti saya kasih tahu teman-teman," kata Dedi yang merupakan Bupati Purwakarta tersebut, usai menghadiri Puncak Sumpah Pemuda PDIP Jabar, di Gedung Sabuga, Kota Bandung, Sabtu (28/10).
Saat didesak sikap apa yang bakal diambil, Ketua DPD Partai Golkar Jabar tersebut masih belum mau membocorkannya. Dedi dengan wajah lesu hanya menjawab itu akan disampaikan sekaligus dalam jumpa persnya pada Senin (30/10) nanti.
"Nanti saja ya. Di Bandung, di Jakarta? Pengennya dimana? Kalau dibocorin sekarang buat apa ada pernyataan Senin. Intinya nanti hari Senin saja," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga belum mau dispekulasikan dengan PDIP sebagai kendaraan politik untuk menjadi penantang Ridwan Kamil. "Jangan berspekulasi dulu. Lihat saja nanti ya," terangnya.
Dukungan partai berlambang Pohon Beringin terhadap Ridwan Kamil sebelumnya disampaikan langsung Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. Dukungan terhadap Ridwan Kamil, Golkar juga mendapuk kadernya sebagai wakil Ridwan Kamil yakni, Daniel Muttaqien.
"Sesuai dengan hasil rapat tim pilkada pusat, maka DPP Partai Golkar telah menetapkan calon gubernur adalah saudara Ridwan Kamil, dan saudara Daniel Muttaqin sebagai calon wakil gubernur untuk Pilkada Jawa Barat," ujar Idrus.
Baca juga:
Nurul Arifin minta Dedi Mulyadi tak kecil hati tidak diusung Golkar
Setia mendukung Dedi Mulyadi
Ditinggal Golkar, Dedi Mulyadi bakal ditampung PDIP
DPP usung Kang Emil, kader Golkar Bandung setia dukung Dedi Mulyadi
Usung Emil-Daniel di Pilgub Jabar, Golkar minta kader patuhi keputusan
Nasib Dedi Mulyadi, mau nyagub malah ditinggal partainya sendiri