LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Golkar Diprediksi Tetap Masuk Dua Besar di Pileg 2019

Merujuk sebagai partai senior, Golkar punya kedekatan dengan masyarakat pemilihnya. Kata Adi, tak ada masalah meski Golkar tak kecipratan coattail effect atau efek ekor jas di Pilpres 2019. Sebab, Golkar tak punya kader yang menjadi capres atau cawapres.

2018-12-08 17:49:19
Partai Golkar
Advertisement

Golkar diprediksi masih tetap akan berkutat sebagai partai papan atas di Pemilu Legislatif 2019. Pengalaman sebagai partai besar menjadi tolak ukur meski sejumlah hasil lembaga survei meramalkan Golkar akan terlempar dari dua besar.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan, Golkar tetap sebagai partai modern dengan kekuatan mesin politiknya sudah teruji.

"Golkar itu partai besar, modern. Mesin politiknya solid dan tak pernah tergantung pada tokoh tertentu. Karenanya setiap pemilu Golkar pasti masuk 2 besar," katanya, Sabtu (8/12).

Advertisement

Dia menambahkan, dengan mesin kader yang teruji, Golkar dinilainya mampu menghadapi turbulensi politik. Faktor basis pemilih yang loyal juga menjadi kelebihan lain Golkar.

"Golkar terbiasa menghadapi turbulensi politik yang dahsyat. Karenanya meski misalnya ada kadernya bermasalah dalam hukum, Golkar tetaplah Golkar yang berdiri kokoh dalam pusaran demokrasi elektoral," jelasnya.

Merujuk sebagai partai senior, Golkar punya kedekatan dengan masyarakat pemilihnya. Kata Adi, tak ada masalah meski Golkar tak kecipratan coattail effect atau efek ekor jas di Pilpres 2019. Sebab, Golkar tak punya kader yang menjadi capres atau cawapres.

Advertisement

"Sekalipun tak punya jagoan pilpres, mesin politik Golkar tetap kuat karena nilai-nilai perjuangannya sudah terinternalisasi dengan baik," ujarnya.

Pasca Orde Baru atau di era Reformasi, Partai Golkar masih stabil nangkring di posisi atas dalam setiap penyelenggaraan pemilu. Bahkan, di Pileg 2004, Golkar meraih suara terbanyak dengan meraih 24,4 juta atau 21,58 persen.

Adapun di Pileg 2014, Golkar berhasil stabil di posisi atas dengan menempati dua besar dengan perolehan suara 18,4 juta atau 14,75 persen.

Baca juga:
Golkar: PSI Itu Energi Negatif Bagi Jokowi
Benarkah Partai Usung Kadernya Capres Akan Raih Banyak Suara?
Airlangga Yakin Golkar Sumbar Capai 20% Suara di Pemilu 2019
Golkar DKI Sebut Jakarta Pusat Jadi Titik Kebangkitan Partai di Pemilu 2019
Jadi Stafsus Mensos, Jusuf Hamka Tak Lagi Jabat Bendahara Timses Jokowi
Komisi VIII Sarankan Penetapan Acuan Biaya Haji 2019 Tetap Pakai Rupiah

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.