LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Golkar Bicara Kans Koalisi dengan PDIP, Airlangga Kapan Bertemu Megawati?

Soal urusan pertemuan dengan ketum-ketum partai, Firman menyerahkan sepenuhnya pada Airlangga sebagai Ketua Umum Golkar.

2021-10-28 21:51:22
Ketum Golkar Airlangga
Advertisement

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto telah bergerilya melakukan pertemuan dengan beberapa ketua umum partai. Namun hingga saat ini, belum ada pertemuan khusus dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ketua Bidang Penghubung Antar Lembaga Politik DPP Partai Golkar, Firman Subagyo mengatakan partainya saat ini fokus pada konsolidasi di tingkat arus bawah yaitu di tingkat kepengurusan partai Provinsi, Kota dan Kabupaten.

Soal urusan pertemuan dengan ketum-ketum partai, Firman menyerahkan sepenuhnya pada Airlangga sebagai Ketua Umum Golkar.

"Untuk mendorong agar Pak Ketua Umum ini tentunya harapan kami terus meningkat yang namanya popularitas dan elektabilitasnya. Namun untuk mengadakan pertemuan (dengan Megawati) adalah keputusan ketua umum," ujar Firman kepada wartawan, Kamis (28/10).

Advertisement

Mengenai kemungkinan koalisi antara Golkar dengan PDIP, Firman mengatakan koalisi untuk pencalonan presiden itu sebuah keharusan. Sebab hampir tidak ada partai politik yang bisa mencalonkan sendiri.

"Ini konsekuensi daripada multipartai. Oleh karena itu, kemungkinan-kemungkinan di dalam politik itu kan bisa saja terjadi," ujarnya.

Namun, menurut Firman, hal itu akan berproses mengikuti dinamika yang berkembang dan mengikuti irama masing-masing partai. "Kalau dirasa itu merupakan suatu kebutuhan dan merupakan suatu kesepakatan yang bisa dilakukan ya kenapa tidak, kan begitu," imbuhnya.

Advertisement

Jika penjajakan koalisi terjadi, Firman berharap penentuan capres dan cawapres bukan hanya dari partai mana yang lebih besar dari partai lain.

"Tapi tentunya kan masing-masing bukan karena partai besar, kemudian harus jadi Presiden, bukan karena partai nomor dua, harus terus wakil, bukan begitu," ujar Firman.

Dalam menentukan capres dan cawapres, lanjut Firman, harus juga dilihat dari tingkat keterpilihan, popularitas dan elektabilitas para calonnya. "(Solusinya) itu di menit-menit terakhir, itu akan ada keputusan politik," ujarnya.

Firman mengatakan jika koalisi dengan PDI-P mengalami kebuntuan, Golkar terbuka berkoalisi dengan partai lain. Kebuntuan itu terjadi ketika ada keinginan melakukan koalisi, tapi keduanya tetap pada pendirian untuk memposisikan jagoannya sebagai capres.

"Jika tidak ada titik temu, tentu harus cari alternatif lain. Bisa saja terjadi (Koalisi dengan Nasdem, PKB dan lain-lain)," pungkasnya.

Baca juga:
Airlangga Minta Swasta Ambil Peran Kebut Vaksinasi Luar Jawa-Bali
Strategi Airlangga Dekati UMKM Dinilai Berdampak Positif untuk 2024
Spanduk di UMKM Dinilai Strategi Airlangga agar Lebih Dikenal Masyarakat Kecil
Golkar Tanggapi NasDem: Kami Berkoalisi dengan Partai yang Mau Dukung Airlangga
NasDem Sebut Capres Harus Ikut Konvensi, Golkar Tegaskan Sudah Bulat Dukung Airlangga

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.