LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Gerindra yakin koalisi Jokowi bubar kalau salah pilih cawapres

Gerindra yakin koalisi Jokowi bubar kalau salah pilih cawapres. Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR, Desmond Junaidi Mahesa mengatakan, partainya enggan terburu-buru dalam mendeklarasikan calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto.

2018-03-27 16:49:01
Pilpres 2019
Advertisement

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR, Desmond Junaidi Mahesa mengatakan, partainya enggan terburu-buru dalam mendeklarasikan calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto. Gerindra, kata Desmond, akan menunggu poros Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendeklarasikan Calon Wakil Presiden (Cawapres) pendampingnya lebih dulu.

"Kan tidak semua harus kami paparkan tentang kapan deklarasi, kapan caleg. Karena bagi kami di Gerindra dan partai koalisi kami kan kecil. Kenapa kecil? Karena kami menunggu dulu dari pihak Jokowi. Kan Pak Jokowi yang milih wakilnya. Salah pilih wakil, bisa bubar juga partai koalisinya," kata di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/3).

Tim penjaringan cawapres Prabowo juga sudah disiapkan, namun dia tidak ingin mengungkapkan siapa yang berkecimpung di dalamnya. Sebab, itu adalah bagian dari strategi politik.

Advertisement

"Tim Partai Gerindra pasti sudah ada. Tim gabungan pasti ada. Yang tidak kita berani omongkan hari ini adalah kalau sudah Pak Jokowi ada cawapres yang diusung, kan kita tahu oh siapa wapresnya Jokowi," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira mengatakan, partainya juga menunggu poros Prabowo untuk mendeklarasikan cawapresnya. Menurutnya cawapres Jokowi harus menambah elektabilitas hingga bisa mengalahkan lawannya di Pilpres 2019.

"Mencalonkan wapres itu harus diperhitungkan punya elektabilitas dilihat peta kompetisinya nanti, sementara kita tahu sampai saat ini belum ada calon kompetitor calon lawan tanding dari Pak Jokowi ini belum tahu, sehingga tidak bisa kita katakan bagaimana kriteria yang mana jadi bahan pertimbangan," ucapnya.

Advertisement

"Entah ekonom, ahli ini, ahli itu, tapi mencalonkan wapres harus menghitung betul elektoral menjadi penting ketika memperhatikan kompetitor-kompetitornya," tandasnya.

Baca juga:
JK bungkam soal dirinya masuk tim penjaringan Cawapres Jokowi
Golkar: Mustahil mengkhianati Jokowi dan pindah ke lain hati
PDIP sebut Jokowi ungkap nama cawapres setelah pesaing muncul
Pertimbangkan dukung Jokowi, PAN janji tak incar posisi kursi cawapres
PPP prediksi tiga partai bakal gabung koalisi Jokowi di 2019
Gerindra jaring tiga nama bakal Cawapres Prabowo, nama Anies masuk
Jelang Pemilu 2019, PAN bentuk tim penjajakan koalisi

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.