Gerindra tegaskan umumkan Capres-Cawapres tanpa tunggu Jokowi
Gerindra tegaskan umumkan Capres-Cawapres tanpa tunggu Jokowi. Muzani menuturkan, Gerindra langsung mengumumkan jika koalisinya dan Capres-Cawapres-nya sudah final. Supaya final, partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut juga perlu meminta masukan kepada tokoh masyarakat dan agama.
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan bahwa pihaknya tak menunggu Joko Widodo mengumumkan Cawapres lebih dulu. Melainkan, Gerindra mesti mematangkan koalisinya dulu sampai final.
"Jadi enggak ada hubungannya antara kenapa kita belum mengumumkan dengan Pak Jokowi mengumumkan. Pak Jokowi mengumumkan besok juga kita tidak akan terpengaruh. Tidak ada hubungannya dengan itu. Kita mengumumkan ketika semuanya sudah siap," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/7).
Muzani menuturkan, Gerindra langsung mengumumkan jika koalisinya dan Capres-Cawapres-nya sudah final. Supaya final, partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut juga perlu meminta masukan kepada tokoh masyarakat dan agama.
"Kita perlu mengumumkan karena perlu terus menerus harus terus membicarakan ini dengan banyak partai koalisi dengan pihak-pihak terkait dengan pimpinan masyarakat dengan tokoh agama dengan ulama dengan Kyai," ujarnya.
"Ini kan problem besar bangsa yang harus kita melibatkan sebanyak mungkin pimpinan untuk terlibat. Kalau sudah selesai akan kita umumkan," pungkas Wakil ketua MPR ini.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Andreas Hugo Pareira mengungkapkan, dalam menentukan cawapresnya Jokowi juga menunggu deklarasi dari pihak lawan yakni, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Tergantung bagaimana pihak sebelah mengeluarkan siapa, ya inikan kayak orang main catur ini jadi di last minute kita lihatlah nanti," kata Andreas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Baca juga:
Sekjen NasDem ungkap peran Surya Paloh sebagai pencari cawapres untuk Jokowi
Jokowi diminta pilih cawapres berintegritas dan dekat kekuatan Islam
NasDem sebut Jokowi belum singgung AHY jadi bakal Cawapres
Ini alasan PKS belum sepakat dukung Prabowo jadi capres
Tentukan dukungan, Demokrat tak pandang jumlah parpol pendukung Jokowi dan Prabowo
SBY-Prabowo bertemu 18 Juli, bakal ada kejutan!