LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Gerindra sebut teror bom bukti ketidaksiapan pemerintah dan polisi

Meski demikian, Muzani menyebut aksi-aksi teror yang belakangan terjadi tidak lagi menjadi masalah pemerintah dan aparat kepolisian, tetapi masalah bersama. Pihaknya mengimbau semua pihak bersatu menyelamatkan negara dari terorisme.

2018-05-16 13:25:35
Gerindra
Advertisement

Indonesia tengah berduka menyusul serangkaian aksi teror di sejumlah lokasi. Mulai dari teror di Mako Brimob, Kelapa Dua, 3 gereja di Surabaya, rusunawa di Sidoarjo sampai teranyar di Polda Riau. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai teror-teror tersebut menunjukkan ketidaksiapan pemerintah dan aparat penegak hukum.

Bahkan, dia menyebut pemerintah dan aparat penegak hukum selalu tidak siap melakukan deteksi dini dan menanggulangi masalah-masalah dadakan seperti tindak terorisme.

"Menurut kami sekali lagi ini adalah ketidaksiapan kita berkali-kali yang kami selalu ingatkan adalah problem kemendadakan. Kita selalu tidak siap dengan problem kemendadakan," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5).

Advertisement

Padahal, kata Muzani lembaga-lembaga terkait telah diberikan perangkat untuk mendeteksi teror, seperti dukungan anggaran hingga payung hukum.

"Alat untuk mendeteksi kejadian yang bersifat mendadak itu sudah kita berikan apakah anggaran, apakah kerjasama, apakah koordinasi termasuk Undang-Undang yang sekarang ini berlaku. Baik Undang-Undang teroris tahun 2003 ataupun Undang-Undang tentang BIN dalam hal ini," tegasnya.

Untuk itu, Muzani meminta pemerintah dan aparat penegak hukum memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan terkait langkah penanggulangan aksi terorisme. Hal ini diperlukan agar semua elemen bisa mengetahui kontribusi yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan negara dari ancaman teror.

Advertisement

"Karena itu, kami ingin pemerintah dalam hal ini aparat keamanan kepolisian menjelaskan, persoalan ini dengan gamblang terbuka atau tertutup," pintanya.

Meski demikian, Muzani menyebut aksi-aksi teror yang belakangan terjadi tidak lagi menjadi masalah pemerintah dan aparat kepolisian, tetapi masalah bersama. Pihaknya mengimbau semua pihak bersatu menyelamatkan negara dari terorisme.

"Menurut saya sekarang ini adalah problem yang harus kita semua bersatu. Mau koalisi, mau oposisi kita harus menyelamatkan diri bawa bangsa. Kita harus menyelamatkan martabat bangsa ini adalah ancaman sudah di depan mata oleh sekelompok kecil," tandasnya.

Baca juga:
Penasaran, warga padati lokasi penangkapan Dedy Sulistianto
Jejak bomber Dita, ahli IT yang jadi penyandang dana aksi teror
Kemkominfo blokir konten negatif terkait terorisme tiap 2 jam sekali
4 Korban penyerangan terduga teroris dirawat di RS Bhayangkara Pekanbaru
BEI sebut IHSG anjlok bukan pengaruh aksi teror bom
Teroris serang Polda Riau, keamanan di Polda Sumbar diperketat

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.