Gerindra: Prabowo mati-matian bela Jokowi saat jadi cagub DKI
Gerindra menganggap pernah membela Jokowi dan tak mungkin membuat isu Jokowi anti Islam dan tak bisa salat.
Partai Gerindra merasa dirugikan dengan isu SARA yang belakangan menyudutkan Capres Joko Widodo ( Jokowi ). Jokowi sempat diisukan anti Islam dan tidak bisa salat.
Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat mengatakan, Prabowo adalah orang yang membela mati-matian ketika isu itu menyerang Jokowi saat di Pilgub DKI Jakarta. Oleh karena itu, dia menilai tak mungkin jika kemudian kubu Prabowo - Hatta yang memainkan isu agama tersebut.
"Dua tahun lalu saya bela habis-habisan, masa mungkin kita buat isu itu, saya yang paling di depan waktu itu," kata Prabowo ditirukan oleh Martin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/6).
Lihat juga berita tentang Prabowo Subianto di Liputan6.com
Martin menegaskan, isu SARA Jokowi sudah muncul saat berkompetisi menjadi calon gubernur DKI Jakarta bersama Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ). Kala itu, Gerindra masih mesra dengan PDIP dalam mengusung Jokowi - Ahok .
"Enggak mungkin kita kembangkan isu itu lagi, kita enggak ngerti ada saja orang-orang yang iseng macam-macam," tegas dia.
Diketahui, isu SARA yang ditujukan kepada Jokowi sempat ramai belakangan. Karena isu ini, bahkan Jokowi merubah gaya salamnya yang menggunakan bahasa Arab dengan mengucapkan salawat nabi setiap sebelum memulai berpidato.
Baca juga:
Gerindra sebut Prabowo ke makam Soeharto bukan minta berkah
Dukung Jokowi-JK, Harris Indra tak takut didepak Gerindra
Pendiri Gerindra: Pengurus Gerindra dukung Jokowi itu banyak
Merasa difitnah, Kubu Prabowo laporkan Hendropriyono ke Bawaslu
Hashim: Seminggu lagi elektabilitas Prabowo salip Jokowi