Gerindra ngotot Sandiaga Uno harus dicalonkan di Pilgub DKI
Gerindra masuk koalisi kekeluargaan untuk melawan Ahok.
Tujuh DPD partai politik di DKI Jakarta telah sepakat bergabung dan berkoalisi mencari jagoan alternatif untuk melawan bakal calon petahana Basuki T Purnama alias Ahok. Mereka adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengaku menyambut baik koalisi yang diberi nama koalisi kekeluargaan itu. Dasco menyebut, pihaknya akan menawarkan nama Sandiaga Uno kepada koalisi sebagai jagoan dari Gerindra.
"DPP kita menyambut baik teman koalisi kekeluargaan. Kita fix membawa 15 kursi dengan figur Sandiaga Uno. Bagi kita yang penting kita diakomodir. Baru itu nama kekeluargaan," kata Dasco saat dihubungi, Selasa (9/8).
Belakangan mencuat nama Wali kota Surabaya Tri Rismaharini yang bakal didorong oleh partai-partai koalisi. Dasco pun mengaku tak masalah jika nama Risma yang dipilih. Namun, bagaimana pun dinamikanya, dia tetap meminta agar nama Sandiaga dipertimbangkan. Meski hanya dapat posisi wakil gubernur.
"Tergantung kesepakatan koalisi. Kalau dia dengan Bu Risma enggak apa-apa, yang penting dari kita masuk. Head to head dengan incumbent," tegasnya.
Diketahui, Koalisi Kekeluargaan sepakat untuk mencari pemimpin Jakarta lebih baik daripada petahana, Ahok. Pemimpin itu pun harus memiliki tujuh kriteria, yakni arif, bijaksana, beradab, santun, beretika, bersih dan cerdas.
Baca juga:
Ahok soal kemungkinan 3 partai membelot: Selalu ada ancaman kok!
Modal 2 kursi DPRD, PAN bujuk Mega pilih Risma nyalon DKI
Ketum PAN jagokan Risma dan Kang Yoto untuk lawan Ahok di Pilgub DKI
Survei internal Golkar sudah keluar, Ahok tinggal pilih cawagubnya
Ahok soal koalisi kekeluargaan: Bahas anggaran kekeluargaan
Keputusan gabung koalisi kekeluargaan akan dibahas di DPP PKB
Ini yang ditakutkan Mendagri bila petahana tak cuti saat kampanye