LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Gerindra akui sempat lirik Mahfud MD jadi cawapres Prabowo

Menurut Muzani, Mahfud merupakan seorang politisi yang memiliki intelektualitas tinggi dan memegang teguh idealisme dalam menjalankan politik praktis.

2018-03-15 17:15:00
Gerindra
Advertisement

Sekjen Partai Gerindra mengakui pihaknya sempat melirik mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD untuk menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto. Namun, ketertarikan tersebut belum pernah disampaikan langsung kepada Mahfud.

"Ya dilirik. Wong waktu gubernur aja dilirik, kita minta. Ya dibincangkan, kan kita belum sempat bicara," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/3).

Menurut Muzani, Mahfud merupakan seorang politisi yang memiliki intelektualitas tinggi dan memegang teguh idealisme dalam menjalankan politik praktis.

Advertisement

Hubungan antara Mahfud dengan Prabowo dan Gerindra masih harmonis meski namanya disebut-sebut sebagai salah satu calon wakil presiden yang layak mendampingi Joko Widodo.

Ketua Fraksi Partai Gerindra ini mengungkapkan hubungan baik itu terbangun sejak Mahfud dipercaya menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Rajasa di Pilpres 2014.

"Hubungan Pak Mahfud dengan Prabowo juga baik. Kalau kemudian karena sesuatu, Pak Mahfud (cawapres) saya kira wajar saja," ujarnya.

Advertisement

Muzani bercerita, Gerindra juga pernah menawarkan Mahfud untuk dicalonkan sebagai Gubernur Jawa Timur. Namun, Mahfud lebih memilih menjadi anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku senang namanya dimunculkan masyarakat sipil menjadi calon wakil presiden yang tepat untuk Joko Widodo. Mahfud mengisyaratkan bersedia menjadi cawapres Jokowi namun tidak ingin terlalu aktif untuk menindaklanjutinya.

"Soal saya karena saya katakan tidsk ingin, tidak inginnya itu tidak aktif tetapi saya juga bukan tidak mau karena kalau tak mau itu diartikan sombong," kata Mahfud.

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.