LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Gede Pasek sebut kisruh Demokrat vs PPI ibarat Durian dan Timun

Kisruh kedua kubu ini makin meruncing setelah mantan Ketum Demokrat, Subur Budhi Santoso dikabarkan 'dijemput' BIN.

2013-10-22 10:59:37
Partai Demokrat
Advertisement

Politikus Partai Demokrat Gede Pasek Suardika mengaku tak tahu menahu perihal kabar mantan Ketum Demokrat, Subur Budhi Santoso yang 'dijemput' oleh BIN sehingga tak bisa menghadiri sebuah acara diskusi yang digelar Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI). Dia justru menyarankan agar antara Demokrat dan PPI melihat kasus ini dengan objektif.

"Melihat perkembangan yang ada saya berharap sahabat-sahabat di PPI maupun di Demokrat tarik napas dulu dan minum air putih biar tenang dan bisa melihat persoalan apa adanya. Jangan sampai terbenturkan dan mubazir," jelas Pasek di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/10).

Menurut dia, seharusnya kedua belah pihak menelaah terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus tersebut. Namun, ia berpendapat, jika dalam kasus Subur tak sedikit pun mantan Wakil Direktur Eksekutif Demokrat, M Rahmad menyinggung Demokrat.

"Karena saya lihat tidak ada tabrakan PPI dan Demokrat. Saya sudah lihat perkataan Mas Rahmad di Youtube, tidak ada yang menyinggung Demokrat," imbuhnya.

Anggota Komisi III DPR ini justru heran mengapa ada yang menyebut penculikan Subur oleh BIN. Padahal, dalam video di Youtube yang ia lihat, Rahmad sama sekali tak bicara soal penculikan.

"Saya justru penasaran siapa yang bangun cipta kondisi sehingga bilang ada penculikan, pemaksaan. Diskusinya sudah selesai, hingar bingarnya masih berlanjut," tegas dia.

Pasek pun berpandangan, antara Demokrat dan PPI tak bisa disamakan atau dibenturkan. Sebab, keduanya berbeda frekuensi.

"PPI dan Demokrat frekuensinya beda. Jadi tidak nyambung kalau dihadapkan, ibarat Durian dan Timun. Tidak perlu dihadapkan, kasihan di DPC dan DPD bingung dengan fenomena," pungkasnya.(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.