Gede Pasek ingin maju Pilgub Bali, tapi dilarang OSO
Pasek mengatakan, desakan dari bawah menginginkan dirinya untuk maju Pilgub Bali. Tapi sayang, OSO minta dirinya tetap berada di DPP Hanura.
Wakil Ketua Umum Hanura Gede Pasek Suardika mengungkapkan keinginannya maju di Pilgub Bali 2018. Namun, dia tak diizinkan oleh ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).
Pasek mengatakan, desakan dari bawah menginginkan dirinya untuk maju Pilgub Bali. Tapi sayang, OSO minta dirinya tetap berada di DPP Hanura.
"Saya sampai sekarang belum diberikan izin untuk maju pilgub, walaupun mayoritas Hanura Bali maupun jaringan politik yang saya miki minta maju, tapi karena ketum minta saya konsen di pusat jadi sampai sekarang belum bisa ambil keputusan," kata Pasek di sela Rapimnas Hanura, Bali, Sabtu (5/8).
Komunikasi politik terus dijalin oleh Hanura dengan Golkar yang mewacanakan dukung Sudikerta dan PDIP yang dikabarkan mengusung Wayan Koster. Namun belum ada keputusan Hanura bakal berkoalisi dengan siapa nanti.
Mantan politikus Demokrat ini menegaskan, siap jika diminta maju Pilgub Bali. Namun jika tak diizinkan, dia pun tak masalah.
"Sampai sekarang memang belum (diizinkan) tapi kalau diperintahkan ya namanya politisi harus siap tanding," katanya.
Pasek pun mengungkap sejumlah syarat jika dirinya nanti diizinkan oleh OSO untuk maju. Risiko mundur dari DPD pun harus diambilnya.
"Harus hitam di atas putih tegas nyata dan terang calon pasangan saya harus menolak reklamasi, pembangunan dikembalikan lagi jadi hutan mangrove, dikonservasi ulang oleh biota hidup. Kedua, pengaturan dana APBD harus jelas mengatasi kesenjangan pembangunan di Bali," kata Pasek.(mdk/noe)