Gaya debat JK menyerang, kubu Hatta buat strategi lawan balik
Kubu Hatta menyiapkan pertanyaan serangan untuk debat cawapres besok Minggu.
Anggota Tim Sukses Pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa, M Romahurmuziy memaparkan kesiapan Cawapres Hatta Rajasa dalam menghadapi debat cawapres, Minggu, (29/6).
Romahurmuziy yakin persiapan Hatta dalam debat cawapres kali sudah sangat matang, lantaran Hatta pernah menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi tahun 2001-2004, pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri.
"Persiapan materi karena kita semua tahu bahwa persoalan SDM dan ristek bahannya selalu up to date. Tentang Ristek, kan Hatta pernah jadi Menristek jadi secara struktural sudah dikuasai," kata Romahurmuziy saat dihubungi, Jumat (27/6).
Terkait persoalan SDM (sumber daya manusia), Romahurmuziy mengatakan fokus SDM adalah pada persoalan pendidikan dan kesehatan. "SDM ada hal yang perlu diperdalam di pendidikan dan kesehatan, karena itu kesra bukan perekonomian jadi pendalaman khusus di SDM," jelas Romahurmuziy.
Selain mempersiapkan materi, timses juga meminta Hatta untuk menjaga kesehatan baik fisik maupun mental, mengingat gaya debat JK yang cenderung menyerang.
"Persiapan fisik karena itulah tidak ada kampanye di sabtu dan minggu. Gaya debat JK kan bersifat menyerang, Kita persiapkan potensi-potensi pertanyaan menyerang," ungkap Romahurmuziy.
Hal lain yang dipersiapkan timses Hatta Rajasa adalah pertanyaan yang akan dilontarkan kepada JK. "Oh ya kan ada lima kali pertanyaan, dan kita siapkan pertanyaan sesuai bidang. Komunikasi kan terus jalan jadi masukan-masukan sudah diberikan dari Pak Prabowo ke Pak Hatta," tutur Romahurmuziy.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan kembali menyelenggarakan debat capres-cawapres. Berlangsung pada Minggu, 29 Juni 2014, berlokasi di Hotel Bidakara, Jakarta, akan melibatkan kedua cawapres yakni Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla.
KPU sendiri sudah menunjuk Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada Bidang Kerja Sama, Dwikorita Karnawati sebagai moderator. Debat kali ini mengangkat tema Pengembangan SDM dan Iptek.
Baca juga:
Fahri Hamzah curiga Jokowi tak pernah lihat Tank Leopard & drone
Jelang debat cawapres, JK siapkan kejutan
Benarkah pendukung Prabowo lebih pintar dari Jokowi?
Buy back Indosat sudah tidak diperlukan lagi
Timses: Jokowi akan beri perhatian khusus soal Laut Cina Selatan